KLIKJATIM.Com | Gresik — Perusahaan pemurnian tembaga PT Smelting kembali menggelar kegiatan program industri mengajar untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Gresik.
Kali ini kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 1 (SMKN) Sidayu, Kabupaten Gresik, Senin (3/10/2022) dengan mengusung tema Bergerak Bersama Menuju Indonesia Maju.
Baca juga: Pererat Sinergi Ulama–Umara, Kapolres Gresik Silaturahmi ke MUI
Baca juga: ‘Smelting Peduli’ Bantu 280 Ton Oksigen Medis untuk Rumah Sakit di Jatim
Kepala Sekolah SMKN 1 Sidayu Syafaul Anam dalam sambutanya menyatakan apresiasi atas langkah PT Smelting melalui program CSR Smelting Peduli membantu mengedukasi anak didiknya harapannya, lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan lapangan kerja yang dibutuhkan.
"Dengan demikian nilai jual lulusan SMK lebih tinggi dibanding lulusan SMA karena memiliki kompetensi dan keahlian. Apalagi dengan dukungan dunia industri seperti yang disampaikan oleh PT Smelting," terang Syafaul Anam.
Kepada PT Smelting, Kepala SMKN 1 Sidayu ini meminta membimbing dan mentransfer ilmu dunia industri kepada anak didiknya. Ini agar anak didik terbuka wawasan dan pemahaman tentang dunia industri yang sesungguhnya serta kebutuhan apa yang diharapkan dari para lulusan SMK.
"Mudah mudahan dengan program ini anak didik semakin terpacu berusaha dan berhasil masuk dalam dunia industri dengan menyerap ilmu yang disampaikan oleh PT Smelting," tutur dia.
Dalam penyampaian program, PT Smelting membawa sejumlah manajer untuk berbagi ilmu. Mereka dipimpin Saptohadi Prayetno, Senior Manager GA. Kemudian ada Bouman T Situmorang, Senior Section Manajer Tecnical External Relation menyampaikan industri peleburan tembaga, Indra SW Junor, Section Manager menyampaikan materi public speaking dan tehnik interview, juga ada M. Imam Muchsony, Senior Section Manager of Environment Administration yg memberikan pengajaran Sistem Manajemen Lingkungan.
Baca juga: Dosen FISH UNESA Bersama PPI Taiwan Dorong Penguatan Identitas Budaya Diaspora Indonesia
Menurut Bouman Situmorang, lulusan SMK harus meningkatkan hard skill dan soft skill agar bisa mudah menembus dunia kerja.
"Dengan demikian, kompetensi yang kuat akan menjadi nilai tambah bagi lulusan SMK," kata Bouman mengawali sambutannya mewakili manajemen PT Smelting.
Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting, Irjuniawan P Radjamin dalam kesempatan terpisah menjelaskan, program Industri Mengajar menjadi komitmen PT Smelting dalam memajukan dunia pendidikan. Langkah ini juga mendukung upaya pemerintah dalam menyamakan link and match dunia pendidikan dengan dunia industri (DUDI).
"DUDI harus menjadi terdepan dalam membangun jejaring. Keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan DUDI secara otomatis akan ikut menyelaraskan berbagai komponen di dalamnya. Kegiatan Smelting Mengajar ini kita melihat wujud nyata program ‘link and match’ yang tepat dan strategis antara satuan pendidikan vokasi dengan DUDI,” jelas Wawan, sapaan akrab Irjuniawan P Radjamin.
Baca juga: Mudahkan Tanam Mangrove di Lumpur, Alat 'Pancalan' Milik PGN SAKA Resmi Dipatenkan
Baca juga: Smelting Mengajar di SMK Assa’adah, Bekali Siswa yang Mau Praktik Kerja
Ditambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya mempertemukan dan menyelaraskan dunia pendidikan sebagai supply side dengan DUDI.
"Selain itu, juga sebagai demand side, khususnya dalam bidang teknik agar tercipta sebuah ekosistem pendidikan vokasi yang saling ‘link and match’," pungkas Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar