KLIKJATIM.COM | GRESIK – Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin disia-siakan nelayan Kelurahan Lumpur. Mereka langsung menyampaikan uneg-unegnya dihadapan orang nomor satu di Indonesia tersebut. Salah satunya, terkait sulitnya mencari Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk melaut.
Suliono, 32, salah satu nelayan Bale Pesusuhan mengungkapkan selama ini dirinya merasa kesulitan mencari bahan bakar saat hendak melaut. Jikapun ada para nelayan bisa membelinya dalam jumlah yang terbatas. Hal ini tentu mempengaruhi produktivitas nelayan dalam mencari ikan.
Baca juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Banjarsari Gresik
"Untuk sekali melaut kami membutuhkan solar lebih dari 10 liter. Itupun tidak semua SPBU mau melayani kami yang membawa jerigen," ungkapnya.
Oleh sebab itu, nelayan Bale Pesusuhan berharap ada langkah nyata dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk bisa membantu nelayan mendapat kepastian bahan bakar. Salah satunya nelayan mengusulkan ada SPBK yang dibangun oleh Pemerintah guna memudahkan nelayan mencari BBM.
"Saat ini jumlah nelayan disini mencapai 1.061 orang. Tentu adanya SPBK akan membawa nilai ekonomis dan membantu para nelayan di Lumpur," tandasnya.
Mendengar keluhan dari nelayan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan, pemerintah daerah siap jika diminta untuk berinvestasi SPBK di wilayah Lumpur. Sebab, saat ini Gresik memiliki perusahaan daerah yang bergerak di bidang minyak dan gas (Migas).
Baca juga: Motor Dikira Hilang, Polisi Ungkap Ternyata Tertukar di Parkiran Indomaret Manyar Gresik
"Hal ini tentu menjadi peluang bagi BUMD Gresik Migas ditambah lagi semangat kita untuk membantu nelayan mendapatkan solar," kata Gus Yani (sapaan akrabnya).
Sejauh ini, lanjut Bupati Yani, BUMD Gresik Migas telah melakukan akuisisi terhadap SPBK Nelayan Campurejo di Kecamatan Panceng. Disamping itu perusahaan plat merah milik Pemkab Gresik itu juga akan melakukan investasi senilai Rp 800 juta untuk membangun Pertamini di halaman Pemkab Gresik.
Menanggapi hal itu, presiden Jokowi tanpa pikir panjang langsung menyetujui usulan Pemkab Gresik. Jokowi meminta Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani untuk langsung berkomunikasi dengan ke Menteri BUMN, Erik Thohir yang juga hadir dalam kegiatan.
Baca juga: Rayakan HUT ke-14, RS Wates Husada Apresiasi Karyawan Berprestasi dengan Hadiah Umroh
"Saya setuju karena ini gagasan yang cukup baik. Langsung saja nanti komunikasi dengan Menteri BUMN agar perusahaan daerah milik Gresik bisa menjalin kerjasama dengan Pertamina dalam membangun SPBK di wilayah Lumpur," kata Jokowi.
Dia berharap dengan telah disetujuinya pembangunan SPBK Nelayan di Kelurahan Lumpur bisa menjadi solusi sekaligus mengurai hambatan maupun kendala-kendala yang dihadapi nelayan.
"Jika nanti sudah ada SPBK, saya berharap yang beli harus nelayan tidak boleh masyarakat yang bukan nelayan," tegasnya. (*/c1/nul)
Editor : Abdul Aziz Qomar