KLIKJATIM.Com | Gorontalo—Hingga pukul 16.05 WITA, Misi Dagang Jatim-Gorontalo mencatatkan transaksi mencapai Rp 133 miliar, dengan total sebanyak 58 transaksi.
"Alhamdulillah, transaksi yang terjadi cukup menggembirakan. Kita berharap perdagangan antar provinsi menjadi pendorong kebangkitan ekonomi kita," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kamis (31/3/2022).
Baca juga: Khofifah Ajak Perkuat Perdamaian Global di Dharma Shanti Nyepi 1948 Saka Surabaya
Ia menjelaskan, dalam setiap misi dagang ke berbagai provinsi lain di Indonesia, Pemprov Jatim memfasilitasi dan mempertemukan para pelaku usaha yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM.
“Untuk itu kepada para trader dan buyer yang ada di sini, mari kita sambut peluang ini dengan memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri tentunya yang sudah melalui proses standardisasi, akurasi dan dan sertifikasi,” katanya.
“Tentunya kita harapkan juga melalui misi dagang ini maka dapat memenuhi memenuhi substitusi impor (bahan baku) dan kebutuhan lainnya melalui penggunaan produk dalam negeri, sekaligus meningkatkan nilai perdagangan dalam negeri,” imbuhnya.
Sementara itu, jika melihat neraca perdagangan antara Jatim dengan Gorontalo, Provinsi Jatim banyak menyuplai komoditas cetakan, konveksi, klontong, dokumen, elektronik, alat-alat proyek, bahan bakar kendaraan bermotor, tiang pemancang dan bor, truk pengangkat barang, kendaraan bermotor ke Gorontalo.
Sedangkan, Gorontalo selama ini menyuplai beberapa komoditas utama seperti antara lain Kopra, Jagung, Gula, Coklat, Kembang gula, sapi, minyak mentah, buah yang mengandung minyak lainnya, buah dan kernel kelapa sawit ke Jawa Timur.
Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengatakan, prioritas perdagangan di Gorontalo berupa pertanian, perindustrian, perdagangan, UMKM, Perikanan dan peternakan sama dengan Prioritas pembangunan Jatim.
“Sehingga kita melakukan penandatanganan kesepahaman untuk saling menunjang dan menguntungkan kedua pelaku usaha. Apalagi di Gorontalo itu lebih banyak berkiblat ke Jawa Timur karena adanya sarana prasarana infrastruktur laut dan udara yang lancar,” katanya.(mkr)
Editor : Redaksi