KLIKJATIM.Com | Ponorogo--Kunjungan kerja (kunker) Wapres KH Ma'ruf Amin di Ponorogo disambut aksi demonstrasi mahasiswa. Dalam aksinya, mahasiswa menolak atas pencabutan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor. 22 Tahun 2021 tentang pentepan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng.
Baca juga: Sisihkan Uang Ngudek Kopi di Ponorogo, Wahyudi Akhirnya Berangkat Haji Tahun Ini
Koordinator, Aldila Mayang Putri mengatakan sebagai salah satu lima negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, carut marut masalah langkanya minyak goreng yang diikuti dengan kenaikan harga telah menunjukkan bahwa pemerintah hari ini telah gagal dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk menjamin kesejah rakyat. Hal itu dibuktikan ketika pemerintah mencabut HET.
"Ini telah menyebabkan harga minyak goreng melambung sangat tinggi," bebermya.
Menurutnya, pernyataan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang menyatakan mahalnya harga minyak goreng akibat permainan segelintir pihak, membuktikan bahwa kedudukan pemerintah telah kalah oIeh segelintir pihak bemama mafia.
"Tangkap mafianya juga. Wapres yang datang ke Ponorogo seharusnya tahu," tambahnya.
Baca juga: Pulang Ngaji, 2 Bocah Ponorogo Ditemukan Tak Bernyawa di Kubangan
Pantauan di lokasi, mahasiswa menggunakan pakaian serba hitam. Mahasiswa yang demo adalah aliansi mahasiswa Ponorogo bergerak.
Aksi ini sempat ada ketegangan antara mahasiswa dan aparat keamanan. Karena aparat meminta mahasiswa agak geser ke kanan.
Baca juga: Enam Rumah Warga Banaran Ponorogo Terdampak Longsor
"Karena kita dekat dengan lampu merah. Padahal pengennya ketemu atau berpapasan. Agar wapres tahu suara kami," pungkas Aldila.(mkr)
Editor : Fauzy Ahmad