KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Advent, Suwisha pilih irit bicara, setelah diperiksa tim penyidik Satreskrim Polres Pasuruan terkait kejadian penganiayaan yang diduga dilakukan lima anak didikannya.
Suwisha mengunakan hem batik penuhi panggilan penyidik pada Jumat (25/3/2022) siang. Sambil bergegas masuk ke ruang Unit PPA.
Baca juga: Komitmen Perkuat Infrastruktur Ketahanan Pangan, Bupati Yes Sabet Pemimpin Daerah Awards 2026
Di tangannya, Suwisha tampak membawa satu bundel map berisi dokumen. "No comment kalau soal ditetapkan lima anak didiknya," kata Suwisha.
Ia menyaran tanya langsung ke penyidiknya saja. "Disini datang di polres karena dipanggil. Materi pemanggilan saya tidak tahu wong saya belum diperiksa," ucapnya.
Baca juga: Penonton Karnaval Budaya Jember Panik, Pos Kamling Ambruk Disenggol Pick Up Muat Sound Horeg
Ditanya sanksi pencabutan izin operasional oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan. "Kadispendik itu teman lama saya. Dia (Hasbullah Kadispendik) tahu saya kok," tambahnya.
Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adhi Putranto Utomo membenarkan pemeriksaan tersebut. "Benar kita periksa Kepseknya seputar kejadian itu," ungkap Kasatreskrim.
Saat ini pihaknya masih mengembangkan kasus ini. Apakah pihak sekolah (SMP Advent) ada unsur keteledoran pengawasan atau tidak. (bro)
Editor : Redaksi