KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Advent, Suwisha pilih irit bicara, setelah diperiksa tim penyidik Satreskrim Polres Pasuruan terkait kejadian penganiayaan yang diduga dilakukan lima anak didikannya.
Suwisha mengunakan hem batik penuhi panggilan penyidik pada Jumat (25/3/2022) siang. Sambil bergegas masuk ke ruang Unit PPA.
Baca juga: Polres Jember Tangani 25 Kasus Narkoba, Jaringan Peredaran hingga Bali Terbongkar
Di tangannya, Suwisha tampak membawa satu bundel map berisi dokumen. "No comment kalau soal ditetapkan lima anak didiknya," kata Suwisha.
Ia menyaran tanya langsung ke penyidiknya saja. "Disini datang di polres karena dipanggil. Materi pemanggilan saya tidak tahu wong saya belum diperiksa," ucapnya.
Baca juga: Turun ke Sawah Lewat Program Medhayoh, Bupati Setyo Wahono Semangati Ibu-Ibu Tani di Ngraho
Ditanya sanksi pencabutan izin operasional oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan. "Kadispendik itu teman lama saya. Dia (Hasbullah Kadispendik) tahu saya kok," tambahnya.
Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adhi Putranto Utomo membenarkan pemeriksaan tersebut. "Benar kita periksa Kepseknya seputar kejadian itu," ungkap Kasatreskrim.
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi
Saat ini pihaknya masih mengembangkan kasus ini. Apakah pihak sekolah (SMP Advent) ada unsur keteledoran pengawasan atau tidak. (bro)
Editor : Redaksi