Taman Hutan Raya Raden Soerjo Raih Nilai Efektifitas Paling Tinggi se-Indonesia

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Ditjen Konservasi SDA dan Ekosistem KLHK mencatat nilai efektifitas Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo Jatim tertinggi se-Indonesia, yakni dengan nilai 82 persen.

"Nilai ini merupakan nilai tertinggi efektifitas pengelolaan Tahura se-Indonesia yang berjumlah 38 Tahura," ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kamis (24/2/2022).

Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global

Capaian tahun 2021 ini mengulangi prestasi pada tahun 2019 dengan nilai METT (Management Effectiveness Tracking Tools) 77 persen yang juga merupakan nilai tertinggi dari efektifitas pengelolaan Tahura se-Indonesia pada saat itu.  

"Nilai efektifitas pengelolaan Tahura Raden Soerjo mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni sebesar 5 persen jika dibandingkan dengan raihan nilai tahun 2019," terangnya.

Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun

Capaian ini, lanjut Khofifah, menjadi salah satu ukuran keberhasilan penyelenggaraan urusan kawasan hutan konservasi yang merupakan kewenangan Pemprov Jatim.

Dijelaskan, Tahura Raden Soerjo merupakan penyedia jasa lingkungan berupa sumber air yang dimanfaatkan oleh 47 HIPAM dan PDAM untuk memenuhi air bersih untuk kebutuhan air rumah tangga. Diperkirakan sebanyak 40.000 KK memenuhi kebutuhan airnya dari Tahura Raden Soerjo.

Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona

Tahura Raden Soerjo sendiri, kata dia, merupakan kawasan hutan konservasi yang tujuan utamanya dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata alam dan rekreasi. Secara administratif, wilayah Taman Hutan Raya termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Jombang, Kabupaten Pasuruan dan Kota Batu.

"Penilaian efektifitas pengelolaan Tahura ini diperlukan sebagai umpan balik untuk perbaikan-perbaikan dalam pengelolaan kawasan konservasi sehingga dihasilkan pengelolaan kawasan yang efektif, efisien dan berkualitas," pungkasnya.(mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru