KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Pada penghujung tahun 2021 yang lalu Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo memastikan pelebaran Jembatan Ngujang 1 yang menjadi jembatan utama penghubung Kabupaten Kediri dan Tulungagung, dilaksaakan tahun 2022 ini.
Jembantan Ngujang 1 yang kini memiliki lebar 12 meter akan ditambah lebar menjadi 24 meter, sehingga arus kendaraan yang melintas di lokasi tersebut tidak mengalami kemacetan seperti pada kondisi kondisi tertentu.
Baca juga: 416 Badan Usaha di Tulujgagung Daftarkan Pekerja sebagai Peserta JKN
Dikonfirmasi mengenai pelaksanaan proyek skala nasional dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ini, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung,Robinson Nadeak mengaku masih belum mendapatkan jadwal pasti dari pemerintah pusat untuk pelaksanaan proyek tersebut.
"Saya carikan informasi dulu ya, nanti saya kabari," balasnya melalui pesan singkat.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro melalui Kabid Lalu Lintas, Jarmani mengakui adanya perubahan jadwal dalam pelaksanaan pelebaran jembatan tersebut.
Jarmani menyebut, awalnya pelebaran jembatan direncanakan mulai bulan Januari 2022, namun hingga saat ini belum ada tanda tanda kelanjutyannya.
Baca juga: Satpol PP Tertidur Usai Miras, Maling Bebas Checkout Barang Disbudpar Tulungagung
"Awalnya mau dikerjakan bulan Januari kemarin, makanya dari kita juga sudah bersiap siap merekayasa lalu lintas,"ujarnya.
Pihaknya sendiri sudah melakukan persiapan dengan melepas sejumlah rambu dan lampu penerangan jalan di lokasi tersebut, untuk persiapan proyek pelebaran jembatan, namun tak ada kelanjutannya.
"Kita juga sudah melepas rambu dan lampu lampu penerangan jalan disana, tapi ndak tau sepertinya diundur pengerjaanya," jelas Jarmani.
Jarmani mengaku masih menunggu informasi selanjutnya dari pemerintah pusat, untuk kemudian nantinya bersama dengan Satlantas Polres Tulungagung dan pihak pihak lainnya, menggelar rapat untuk rekayasa lalu lintas di lokasi tersebut selama proyek perbaikan jalan berlangsung.
"Biasanya beberapa minggu sebelum pelaksanaan,kita dikumpulkan lagi untuk rekayasa lalu lintasnya," ucap Jarmani. (yud)
Editor : Iman