KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemprov Jatim saat ini tengah gencar melakukan penyisiran dan identifikasi potensi daerah. Sebab, Jatim mendapatkan kuota 15 desa dari LPEI untuk menjadi desa devisa.
Di Magetan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada bupati agar segera mengidentifikasi produk-produk unggulan, khususnya kopi jenis Liberica di lereng Gunung Lawu.
Baca juga: Pemprov Jatim Raih Opini WTP Sebelas Kali Berturut-Turut
Khofifah menyebut, Magetan memiliki dua produk unggulan potensial yang bisa diusulkan desa devisa. Misalnya, produk yang dihasilkan IKM Bambu Murni Desa Ringinagung dan Kopi Gunung Lawu jenis Liberica.
Kedua potensi tersebut, kata dia, bisa disiapkan untuk bisa dilakukan assessment oleh LPEI. Apalagi, potensi komoditas kopi dan marketnya cukup besar di dunia.
Baca juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang Probolinggo
"Semakin banyak yang berhasil kita identifikasi, maka semakin besar pula peluang yang bisa kita ambil," ujar Khofifah, Jumat (18/2/2022).
Khofifah menjelaskan, pihaknya terus mendorong pelaku UMKM Jatim agar bisa menembus pasar global. Salah satu caranya yakni melalui program desa devisa.
Baca juga: Bunda PAUD Jatim Tekankan Kolaborasi dan Inovasi
"Program ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena UMKM Jawa Timur memiliki peluang yang besar untuk berpartisipasi dalam perdagangan internasional dan Global Value Chain (GVC)," katanya. (bro)
Editor : Redaksi