31 PMI dari Brunei Darussalam Tiba di Tulungagung, Satgas Covid-19 Tetap Lakukan Pengawasan

klikjatim.com
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung, Agus Santoso. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Satgas Covid-19 Tulungagung mengkonfirmasi bahwa 31 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tulungagung, yang baru pulang dari Brunei Darussalam dalam keadaan negatif Covid-19. Mereka juga sudah menjalani karantina selama 5 hari di Surabaya, sebelum akhirnya diperbolehkan kembali ke Tulungagung pada Jumat (4/2/2022) kemarin.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung, Agus Santoso mengatakan, kedatangan PMI termasuk dari Tulungagung ini merupakan gelombang kedua kepulangan PMI asal Jawa Timur dari luar negeri pasca merebaknya varian omicron akhir-akhir ini.

"Sebenarnya ini gelombang kedua, kalau yang pertama kemarin dari Malaysia itu juga ada yang pulang ke Jawa Timur, tapi bukan berasal dari Tulungagung," ujarnya.

Agus menyebut, 31 PMI ini tiba di Surabaya pada 31 Januari lalu. Sesuai ketentuan, mereka pun mengikuti serangkaian prosedur protokol kesehatan (Prokes) di Surabaya. 

Sebelum akhirnya diperbolehkan pulang ke Tulungagung, mereka kembali menjalani pemeriksaan swab dan hasilnya negatif. "Mereka bisa pulang semua karena semua dinyatakan negatif Covid-19, alhamdulillah," lanjutnya.

Mereka pun menjalani screening singkat di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung. Baru setelah itu dijemput oleh Satgas Covid-19 tingkat desa masing-masing.

Pihaknya mengimbau kepada para PMI sesampainya di rumah agar tetap menerapkan prokes dan sebisa mungkin selama 14 hari ke depan untuk menghindari berkerumun. Sementara waktu juga diminta untuk tidak bertemu banyak orang sebagai antisipasi potensi penyebaran Covid-19.

"Itu hanya imbauan saja sifatnya, yang penting penerapan prokesnya jangan kendor," jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Tulungagung, Kasil Rohmat mengaku sudah memerintahkan kepada masing-masing puskesmas yang wilayah kerjanya membawahi tempat tinggal PMI tersebut, agar terus melakukan pemantauan kesehatan mereka.

Jika ditemukan hal-hal yang mencurigakan, maka segera melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat. "Tentu kesehatannya akan kita pantau melalui puskesmas-puskesmas yang ada itu. Sehingga bisa kita monitoring perkembangannya," tambah Kasil. (nul)

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru