KLIKJATIM.Com | Surabaya - Hasil analisis BMKG menyebut gempa bumi magnitudo 5,2 yang mengguncang Kabupaten Malang merupakan gempa bumi dangkal dan tidak berpotensi tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang, Mamuri menjelaskan, dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut pada lempeng benua Indo-Australia.
Baca juga: Apresiasi Perjuangan Atlet, KONI Sampang Guyur Reward bagi Peraih Medali Porprov Jatim 2025
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip dengan parameter bidang nodal satu yaitu strike 160,06 derajat, dip 89,81 derajat dan rake 2,65 derajat, serta bidang nodal dua yaitu strike 70,05 derajat, dip 87,35 derajat dan rake 179,81 derajat," papar Mamuri, Jumat (28/1/2022) malam.
Sementara berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Tumpakrejo, Kota Jember, Jembrana, Tabanan dan Malang dengan skala intensitas I-II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Baca juga: Nelayan Jember Hilang Tersapu Ombak Pantai Watu Ulo
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Dan, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, gempa bumi kembali mengguncang Malang. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 12,14 LS ; 112,86 BT, atau berlokasi di laut pada jarak 345 Km arah Selatan Kota Kepanjen, pada kedalaman 10 km. (bro)
Editor : Redaksi