KLIKJATIM.Com | Gresik--Pemkab Gresik belum menganggarkan pembangunan Jalan Raya Cerme Lor, tepatnya di depan Pasar Cerme. Sehingga jalan sepanjang 1,5 kilogram yang kondisinya rusak itu dipastikan belum ada perbaikan tahun ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTRI) Kabupaten Gresik, Ahmad Hadi mengatakan, sebenarnya pada tahun ini pelebaran dan peningkatan jalan tersebut telah dianggarkan. Namun, karena ada pembangunan yang lebih penting, anggaran pun dialihkan.
Baca juga: Delapan Paskibraka Asal Bawean Belum Bisa Pulang, DPRD Gresik Pastikan Kebutuhan Mereka Terpenuhi
“Sebenarnya kami anggarkan untuk penuntasan pelebarannya pada tahun 2022 ini, terutama yang ada di depan Pasar Cerme sampai terhubung dengan jalan Nasional. Tetapi, dalam perkembangannya ada pergeseran anggaran karena kebutuhan darurat termasuk untuk pembangunan kembali Jembatan Kacangan,” ucap Hadi.
Baca juga: Terseret Pancing ke Tengah Tambak, Pria di Menganti Ditemukan Meninggal Dunia Setelah 5 Jam Dicari
Dikatakan Hadi, untuk pelebaran dan peningkatan Jalan Raya Cerme itu, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 5-7,5 miliar. Panjang yang dicanangkan diperbaiki sekitar 1,5 kilogram. Kendati tidak ada anggaran untuk perbaikan, Hadi memastikan untuk skala perbaikan akan terus dilakukan melalui Bima Marga.
“Kalau ada kerusakan jalan skala ringan, maka perbaikan sementara akan dilaksanakan oleh tim URC Bina Marga,” jelasnya.
Baca juga: Semen Gresik Raih Top Brand Award 2026, Bukti Kepercayaan Konsumen Tetap Kuat
Sebelumnya, beberapa warga protes kepada pengendara truk yang melintas diluar jam operasi yang ditentukan. Sehingga jalan pun cepat rusak dan ambles. Protes itupun berbuah hasil. Polantas Polres Gresik pun melakukan tilang kendaraan truk yang overload dan tidak tertib operasi pasca kejadian itu.(mkr)
Editor : Redaksi