Ini Pengakuan Orang Tua Korban Kekerasan Anak di Sekolah Gresik

klikjatim.com
MI, pelajar SMP Negeri 8 Gresik, Driyorejo bersama orang tuanya melaporkan pengeroyokan oleh kakak kelasnya ke polisi

KLIKJATIM.Com | Gresik — MI, pelajar SMP Negeri 8 Gresik, Driyorejo, diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh kakak kelasnya. Aksi kekerasan tersebut terjadi pada saat jam istirahat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, Senin (17/1/2022).

Kepada wartawan, Muslikh selaku ayah MI mengatakan, tindak kekerasan yang dialami oleh anaknya tersebut dilakukan di luar kelas. Pada saat itu, MI yang tengah berada di dalam ruangan kelas dipanggil terlebih dahalu oleh terduga pelaku, agar keluar meninggalkan kelas.

Baca juga: Evakuasi Tuntas, Korban Ketiga Perahu Tenggelam di Perairan Gresik Ditemukan

“Anak saya dipanggil (oleh terduga pelaku) dikira ada apa. Di luar kelas ternyata anak-anak (pelaku) sudah bersiap mau menghajar. Kakak-kakak kelas tiga (yang menghajar), sementara anak saya kelas dua,” ucap Muslikh, saat dihubungi melalu selulernya.

Diakui Muslikh, dirinya sempat menanyakan mengenai hal tersebut kepada pihak sekolah. Dari pihak pihak sekolah dikatakan, bahwa MI merupakan korban salah sasaran.

“Saya tanyakan kepada pihak sekolah, katanya salah sasaran. Ini masih simpang siur juga, alasan dari pihak sekolah sih seperti itu. Cuma ini kan sudah lapor ke Polres, jadi biar nanti Polres yang mendalami. Ini motifnya apa, saya juga kurang tahu,” tutur Muslikh, Kamis (20/1/2022). 

Hingga Muslikh pun melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian untuk mendapatkan keadilan. Karena menurut Muslikh dirinya merasa heran, lantaran respon sekolah dalam hal ini dirasakan mulai sigap saat kejadian tersebut ramai diberitakan.

Baca juga: Polres Gresik Sikat Peredaran Miras di Dukun

“Saya sendiri memang tidak ingin melanjutkan, tapi kok seperti ini. Kabarnya mediasi tadi, pihak sekolah bertemu siswa yang menghajar anak saya bersama wali muridnya, untuk membahas solusi yang bakal ditawarkan kepada kami. Salah satunya, mengobati luka anak saya sampai sembuh,” ucap Muslikh lirih. 

Kendati telah melaporkan kepada kepolisian. Muslikh bersama keluarganya menyatakan, dirinya hanya sekedar ingin memberikan pelajaran kepada para terduga pelaku. Muslikh pun menyadari, jika para terduga pelaku juga masih anak-anak dan masih memiliki masa depan.

“Sebenarnya kalau anak-anak ini (para terduga pelaku), kita tidak mau bahasanya itu hukuman seperti orang dewasa (dipenjara). Mudah-mudahan ini cepat selesai, sama-sama menyadari. Karena bagaimanapun juga, mereka ini kan masih punya masa depan panjang,” tutup Muslikh.

Baca juga: Pengurus DPC APSI Gresik Resmi Dilantik, Perkuat Sinergi dengan Polri

Diketahui, MI diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa orang kakak kelasnya di SMPN 8 Gresik, Driyorejo, yang diperkirakan berjumlah enam hingga delapan orang siswa. Kejadian tersebut berlangsung ketika jam istirahat, sekitar pukul 09.30 WIB, Senin (17/1/2022) lalu. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka sobek di bagian mata kiri, dan juga memar di hidung. (yud)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru