Menyedihkan, Keluarga di Sidoarjo ini Tak Mampu Bayar Tunggakan SPP Anaknya

klikjatim.com
Yati Susiawati saat menceritakan kondisi keluarganya.

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo--Kondisi warga Sidoarjo ini sangat menyedihkan. Yakni keluarga Yati Susiwati (38) dan Ali Usman warga Dusun Karanggayam, Kelurahan Pucanganom, Sidoarjo Kota. Keluarga ini tak mampu membayar tunggakan dua anaknya yang masih duduk di sekolah menengah pertama (SMP).

Masing-masing anak pasutri ini masih aktif sekolah dan duduk di kelas VII dan IX di SMP swasta. Total tunggakannya hingga mencapai Rp 10 juta untuk dua anak mereka. Tak hanya tunggakan biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Pasutri ini juga memiliki hutang Rp 10 juta setelah orang tua mereka sakit dan harus menjalani operasi. Namun akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Sambut Libur Sekolah, Hotel Santika Gresik Hadirkan Promo Staycation 'School Holiday is Coming'

"Suami saya bekerja sebagai pengamen. Sedangkan saya serabutan. Namun kadang juga ikut suami mengamen," ucapnya, Rabu (19/1/2021) siang.

Karena kondisi tersebut, pasutri ini tidak mampu membayar uang SPP dua buah hatinya. Apalagi dia mempunyai utang puluhan juta rupiah untuk biaya operasi sang ibu.

"Ibu saya akhirnya meninggal dunia," ucap Susi sambil terisak. 

Tunggakan SPP dimulai sejak dua anaknya masuk SMP tersebut. Hingga saat ini, tanggungan SPP dua putri saya berjumlah lebih dari Rp 10 juta.

Baca juga: Honda Premium Matic Day Blitar Meriahkan Akhir Pekan, Padukan Komunitas Motor dan Program UKH

“Bukanya saya tidak mau membayar. Namun kami memang tidak punya uang," terangnya.

Tunggakan SPP tersebut membuat anak pertamanya, N, khawatir. Sebab, beberapa bulan lagi akan mengikuti ujian akhir. N sangat khawatir tidak bisa lulus karena masalah tersebut.

"Dari pihak sekolah tidak memaksa. Mereka memberi kelonggaran kepada saya untuk mencicil semampunya. Namun yang ketakutan justru anak saya," imbuh Susi.

Baca juga: Pamit ke Ladang Usai Ashar, Lansia di Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia

Kepala SMP Plus Sabilur Rosyad, M Mahsun, membenarkan ada dua bersaudara peserta didiknya yang mempunyai tunggakan SPP. "Ngapunten, di SMP Sabilur Rosyad kalau terkait wali murid yang tidak mampu membayar SPP ya tidak apa apa. Tidak pernah memarahi, apalagi dikeluarkan," tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya sangat memaklumi bila ada wali murid yang tidak mampu membayar SPP. "Bahkan yang telah lulus ada yang masih memiliki tunggakan. Kita tidak menarik, apalagi memaksa. Tidak bisa itu," jelasnya. 

Saat ini, lanjut Mahsun, dua anak tersebut masih tetap bersekolah seperti biasanya. "Sekali lagi kalau mau mencicil ya monggo. Kalau tidak ada ya kami sangat memaklumi. Tidak pernah kami menekan apalagi mengeluarkan murid karena tunggakan SPP," imbuhnya.(mkr)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru