Dugaan Korupsi Madin dan TPQ di Pasuruan, Kejari Kantongi Calon Tersangka

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Pasuruan--Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasuruan terus melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi bantuan operasional pendidikan (BOP) madrasah diniyah (madin), TPQ dan pondok pesantren (ponpes). Kejari juga telah mengantongi beberapa calon tersangka dalam kasus ini.

Kepala Kejari Pasuruan, Ramdhanu Dwiyantoro mengatakan, pihaknya telah melakukan hitungan internal. Total kerugian negara cukup lumayan besar.

Baca juga: Sambut Libur Sekolah, Hotel Santika Gresik Hadirkan Promo Staycation 'School Holiday is Coming'

"Meski begitu, kami tetap menunggu hitungan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP)," terangnya.

Kajari juga memastikan, dalam kasus ini pihaknya akan tetap melanjutkan proses hukumnya. Sebab, dari data yang telah dikumpulkan, ada ratusan hingga ribuan lembaga yang disunat bantuannya.

Baca juga: Honda Premium Matic Day Blitar Meriahkan Akhir Pekan, Padukan Komunitas Motor dan Program UKH

"Sudah ribuan lembaga pendidikan penerima BOP yang sudah kita periksa," imbuhnya.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra menambahkan, dalam kasus pemotongan BOP ini sudah mengantongi calon-calon tersangka.

Baca juga: Pamit ke Ladang Usai Ashar, Lansia di Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia

"Calon tersangka sudah ada dan lebih dari satu orang," pungkasnya.(mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru