KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Pasar Hewan Terpadu (PHT) secara resmi mulai digunakan pada akhir Desember tahun 2021 yang lalu.
Saat ini PHT mewadahi pedagang dan pembali hewan kambing dan sapi yang berjualan pada pasaran pahing saja, namun pedagang yang memasarkan ternaknya di PHT ini tak hanya dari Tulungagung saja melainkan dari kota kota lain hingga sebagian wilayah Jawa Tengah.
Ketua Komisi C DPRD Tulungagung,Asrori mengatakan,label PHT yang menjadi pasar terbesar di wilayah Tulungagung bagian selatan menjadikan banyak pedagang dari kota lain yang memilih berjualan disini.
Secara umum menurut Asrori, fasilitas di PHT cukup bagus namun ada beberapa fasilitas yang perlu pembenahan.
"Fasilitas secara umum bagu, tapi perlu pembenahan,"ujarnya pada Rabu (12/02/2022).
Pihaknya mencontohkan fasilitas Loading Dock yang berfungsi untuk menurunkan dan menaikkan hewan, fasilitas ini dikeluhkan pedagang karena kurang panjang dan terlalu tinggi.
Imbasnya sering terjadi antrian saat pedagang menurunkan dagangannya, bahkan berpotensi membuat hewan cidera.
"Kalau loading docknya itu pendek, ndak panjang jadinya kan ngantri nah ini yang harusnya diperbaiki, selain itu loading docknya juga ada yang terlalu tinggi sehingga susah menurunkan hewanya," jelas Asrori.
Masalah lain yang ditemukan menurut Asrori adalah kondisi bangunan lama yang pertama kali dibangun dan sempat dibiarkan mangkrak, beberapa bagian dinding di loaksi ini nampak mengelupas.
Hal ini membuat pedagang resah, bahkan sudah ada yang berniat untuk memperbaikinya secara permanen,namun usulan tersebut masih dikoordinasikan dengan Paguyuban Pedagang.
"Ini juga harus segera dicarikan solusi, kalau bisa diselesaikan di tahun ini," ujarnya.
Lebih lanjut,Asrori berharap Pemkab bisa memanfaatkan lahan kosong yang ada untuk dimanfaatkan menjadi lahan parkir tambahan atau lokasi tambahan kios.
"Ada usulan juga agar pasar disini jangan hanya pasaran pahing saja, tapi juga untuk pasaran wage," pungkasnya. (bro)
Editor : Iman