Sikapi Virus Omicron di Jatim, Ini Pesan Kapolres Bojonegoro Untuk Masyarakat

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Kasus sebaran covid-19 varian Omicron di wilayah Jatim sudah terdeteksi. Temuan kasus ini berdasarkan laporan dari Institute Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair). Dalam hal itu Kapolres Bojonegoro AKBP EG Pandia menghimbau agar masyarakat tetap taat protokol kesehatan.

Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pelindo Petikemas Ambon Tanam 2.500 Pohon Produktif di Tawiri

AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, varian baru jenis Omicron sudah terdeteksi masuk wilayah Jawa Timur. Karena itu, masyarakat tetap waspada dan mengantisipasi Omicron itu, masyarakat harus tetap patuh terhadap protokol kesehatan 5M.

“Apa pun variannya protokol kesehatan jangan sampai kendor,” kata Kapolres Bojonegoro Selasa (4/1/2022).

Menurutnya, jika protokol kesehatan tetap bisa dipatuhi mulai pusat hingga lokal, maka gelombang ketiga ini bisa diminimalisasi. Masyarakat harus belajar dari melonjaknya kasus pada Januari dan Juli 2021 agar tidak terjadi pada tahun 2022 ini. 

Baca juga: Akhir Pekan Ini, MPM Honda Jatim Gelar Gathering "Banyuwangi BerStylo Bersama" Bertabur Hadiah Mewah

“Kami tidak bisa melakukan ini sendiri. Harus ada kerja sama pentahelix atau kerjasama, bersinergi dengan stakeholder dan seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

AKBP EG Pandia meminta semua pihak untuk menjaga kondisi supaya situasi di Bojonegoro tetap baik dan terkendali, yakni dengan mempertahankan jumlah kasus aktif tetap rendah, tingkat penularan rendah dan terus ada pengawasan agar tetap bertahan dengan kondisi saat ini sehingga tidak ada lonjakn kasus aktif.

Baca juga: Dari Pulau Terluar ke Jakarta, Dua Siswa Sapeken Sumenep Tembus Program Kepemimpinan Nasional

“Adanya varian baru, kami harap semua warga Bojonegoor yang belum mendapatkan dua kali vaksin, apalagi yang sama sekali belum divaksin, segera mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan untuk disuntik vaksin. Dengan harapan dapat memutus mata rantai penyebaran varian baru atau Covid-19,” pungkas AKBP EG Pandia.(mkr) 

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru