Bank Indonesia Optimis Pertumbuhan Ekonomi di Malang Tahun Ini Positif

klikjatim.com
Bank Indonesia Perwakilan Malang optimistis pertumbuhan ekonomi Kota Malang di 2022 ini  bisa menyentuh angka 4,2 sampai 5 persen.

KLIKJATIM.Com | MalangBank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Malang optimistis pertumbuhan ekonomi Kota Malang di 2022 ini  bisa menyentuh angka 4,2 sampai 5 persen. Perkiraan tersebut didasarkan pada geliat ekonomi, yang perlahan mulai tumbuh saat pandemi Covid-19.

Pada tahun ini misalnya, pertumbuhan ekonomi di Kota Malang berada di angka 3,5 sampai 4,3 persen.  Estimasi pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 itu juga menyamai target yang disematkan Pemprov Jatim dan pemerintah pusat, dengan rata-rata 5 persen.

Baca juga: Maling Bobol Toko Gasak Playstation di Malang

Kepala BI KPw Malang Azka Subhan mengatakan bahwa estimasi tersebut juga harus diimbangi dengan langkah pemkot untuk memulihkan ekonomi warga.

”Intinya kami harus optimistis dan bangkit dalam menggerakkan ekonomi, dengan tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) dan meningkatkan persentase vaksinasi,” kata dia.

Pria berkacamata itu berkomitmen membantu sejumlah program pemkot dalam memulihkan ekonomi. Secara khusus, dia berharap kondisi ekonomi Kota Malang tidak lagi drop seperti tahun 2020 lalu. Saat itu, ekonomi Kota Malang harus berada di angka -2,26 persen.

Baca juga: Gubernur Khofifah Apresiasi BBIB Singosari Malang Telah Berhasil Siapkan Semen Beku Sapi Wagyu dan Belgian Blue

”Kami harus optimistis ekonomi naik, dan bisa membantu pertumbuhan ekonomi Jatim dan nasional,” sambung Azka.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji juga yakin bila ekonomi di wilayahnya bakal terus tumbuh. Kepada koran ini, dia juga menjabarkan beberapa program yang sudah dirancang pihaknya untuk mendorong peningkatan ekonomi.

Baca juga: Dukung Sertifikasi ESG BUMD, Bupati Yes Uji Disertasi Doktor Kabid Bapperida Lamongan di UB

”Bentuk dukungan (kami, red) berupa pameran dan pelatihan ke pelaku UMKM. Itu kami berikan agar pergerakan ekonomi terus berjalan,” kata dia.

Kecanggihan teknologi juga bakal dimanfaatkan pemkot agar roda perekonomian tetap berputar. Penggunaan quick response code Indonesia standard (QRIS) menjadi contohnya. Sutiaji mengklaim bila penggunaan QRIS oleh warga Kota Malang terbilang tinggi. Kurang lebih 70 persen warga sudah memanfaatkan metode pembayaran digital tersebut. (ris)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru