KLIKJATIM.Com | Gresik — Pasca hujan yang cukup deras sore Kamis kemarin, (9/12/2021) membuat sejumlah daerah wilayah perkotaan gresik terendam air. Seperti di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo depan Kantor Bupati hingga jembatan tol Bunder. Kemudian di titik depan Kantor PLN, sepanjang jalan Gresik Kota Baru, Jalan Raya Roomo, Jalan Raya Gubernur Suryo, Jalan Samanhudi, Jalan Jaksa Agung hingga Jalan Pahlawan dan Makam Maulana Malik Ibrahim.
[irp]
Baca juga: Buka Pintu Bagi Warga Sekitar, Daycare Petrokimia Gresik Raih Apresiasi dari Menteri PPPA
Terparah, Jalan Jaksa Agung dan Pahlawan, air hingga memasuki area perkampungan. Bahkan ketinggian air itu mencapai 1 meter. Dan banjir diperparah buruknya proyek jembatan di Jalan RE Martadinata yang menggunakan gorong-gorong kecil. Sehingga mengakibatkan air hujan tidak lancar menuju ke laut. Warga pun bergotong royong membuat sudetan untuk mengalirkan air ke laut.
Hal ini menjadi perhatian bagi pemerintah tentang kondisi drainase di wilayah perkotaan. Sekertaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, pihaknya selalu mengingatkan agar Pemkab Gresik melakukan antisipasi banjir kota secara matang. Tidak hanya membersihkan saluran saja, melainkan juga perlu pendalaman saluran.
Menurut politisi PKB itu, pendalaman saluran perlu dilakukan lantaran sistem aliran air di wilayah kota ini bertemu menjadi satu. Sehingga, titik temu tidak bisa menampung banyaknya debit air dari berbagai sisi.
“Kami kan sering turun untuk ngecek apakah saluran baik-baik saja. Dan kerap menemukan kasur, batang kayu ukuran besar di saluran. Ini perlu antisipasi serius. Selain pembersihan di jalan, juga perlu memperhatikan pintu air di Lumpur sana agar air dari darat lancar menuju ke laut,” jelasnya.
Dan terkait saluran air yang terhambat akibat proyek jembatan di Jalan RE Martadinata Hamdi menyebut sebelum proyek itu dilakukan, dirinya sudah mewanti-wanti kepada Dinas DPUTR Pemkab Gresik untuk melakukan sosialisasi dampak sosial dan solusi untuk mengantisipasi saluran air.
“Jangan sampai seperti sekarang, warga gotong royong membuat sudetan. Jangan hanya melihat satu aspek pembangunan tanpa melihat aspek sosial masyarakat yang terdampak,” terangnya.
Baca juga: Antrean Pertalite Mengular di Sumenep, Bupati Fauzi Minta Warga Kurangi Perjalanan Tak Mendesak
Dan terkait untuk mengatasi banjir di depan Kantor Bupati, pihaknya sudah meminta agar Pemkab membuat pompa air. Sebab, air dari Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo tidak bisa mengalir ke Waduk Bunder lantaran kondisinya lebih rendah. “Tahun 2021 ini tidak dianggarkan, padahal ini sudah jadi rencana lama. Disana padahal juga menjadi wajah kota Gresik saat ini tapi selalu banjir,” ucap Hamdi.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik Achmad Hadi menyampaikan, pihaknya akan tetap melakukan evaluasi sistem drainase eksisting.
“Sebetulnya sebelum musim hujan tiba, tim sudah terjun untuk membersihkan drainase dari sampah,” ucapnya, Jumat (10/12/2021).
Menurut Hadi, untuk penanganan ke depan, pihaknya menyebut akan menggunakan beberapa skema pada aspek peningkatan operasional dan pemeliharaan.
“Misalnya normalisasi beberapa sistem saluran dari sedimentasi dan sampah. Kemudian optimalisasi fungsi pompa air di masing-masing muara sistem saluran,” ujarnya.
Sedangkan untuk jangka menengah dengan peningkatan kapasitas konstruksi sistem drainase. “Ini bisa pelebaran dan pendalaman dimensi saluran. Serta pembuatan alternatif saluran berupa sudetan,” jelasnya. (bro)
Editor : Redaksi