KLIKJATIM.Com | Surabaya - Provinsi Jatim kini tengah mewaspadai varian baru Covid-19 Omicron atau B.1.1.52.
[irp]
Baca juga: Jangkau Wilayah Pelosok, Patra Logistik Salurkan 12,28 Juta Liter BBM Strategis di Sulawesi
Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril mengatakan, upaya yang dilakukan yakni dengan memperketat akses masuk dari luar negeri. Baik itu dari Afrika Selatan maupun negara lain.
Jibril menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mewaspadai masuknya warga asing melalui jalur laut, sebab akses masuk dari Bandara Juanda pun telah ditutup.
"Bandara Juanda hingga kini masih membatasi penerbangan internasional. Tentu hal ini untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19," ujar Jibril saat dikonfirmasi, Selasa (30/11/2021).
Ia menambahkan, sebelumnya varian Delta dan Delta Plus ditemukan dari seorang TKI yang masuk ke Jatim lewat pelabuhan. Padahal, saat itu pelabuhan telah dijaga ketat.
Baca juga: Dukung Sertifikasi ESG BUMD, Bupati Yes Uji Disertasi Doktor Kabid Bapperida Lamongan di UB
Karena itu, pihaknya akan melakukan Whole Genome Sequencing (WGS) pada pasien-pasien Covid-19. Terutama yang memiliki CT Value di bawah 20.
"Selanjutnya satgas akan mengirim sampel WGS pasien Covid-19 yang memiliki CT Value di bawah 20 ke Institut of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair)," jelasnya.
Perlu diketahui, omicron merupakan varian baru Covid-19 yang diidentifikasi pertama kali di Afrika Selatan. Saat ini, varian itu terdeteksi di Eropa dan Asia, sehingga meningkatkan kekhawatiran di seluruh dunia.
Pasalnya, varian ini memiliki jumlah mutasi yang lebih banyak dan memungkinkannya bisa menyebar lebih cepat atau bahkan menghindari antibodi dari infeksi atau vaksinasi sebelumnya. (bro)
Editor : Redaksi