KLIKJATIM.Com | Surabaya - Tantangan GIG Economy tidak bisa dihindari dalam pola bisnis ekonomi saat ini, termasuk di Provinsi Jatim. GIG Economy adalah sistem tenaga kerja bebas di mana perusahaan hanya mengontrak pekerja independen dalam jangka waktu pendek.
[irp]
Baca juga: Wagub Emil: Madura Siap Cetak SDM Kesehatan Unggul Masa Depan
Untuk menjawab sekaligus menjadi solusi tantangan gig economy itu, Pemprov Jatim telah menyiapkan program Millenial Job Center (MJC).
“Gig ekonomi ini tidak bisa kita hindari. Itu realita. Perusahaan sekarang ini mulai lebih banyak mempekerjakan freelancer. Pekerja independen, yang tidak terikat sebagai karyawan. Menjawab Gig Economy dengan MJC, menjawab realita hari ini dan masa depan,” kata Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak di M Radio FM, Surabaya, Rabu (17/11/2021).
Menurut Emil, melalui MJC ini, Pemprov Jatim membidik segmen muda untuk menggenjot perekonomian Jatim. Karena anak muda atau yang disebut generasi millenial dianggap memiliki potensi besar di bidang perekonomian.
Baca juga: Sambut 1448 Hijriah, Ratusan Siswa Yayasan Al-Abror Sukosewu Bojonegoro Semarakkan Pawai Ta'aruf
MJC sendiri menghadirkan ekonomi kreatif dengan konsep lebih inklusif. Baik secara desain maupun segmen. Selain itu, lanjut dia, juga menjembatani peluang freelancer atau calon talenta yang memiliki pengalaman. "MJC menyiapkan talent, mentor dan klien menyambut Gig economy global," ujar Mantan Bupati Trenggalek itu.
Dalam MJC, para Gig workers tidak hanya akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan klien, mereka juga akan mendapatkan pelatihan hingga mentorship. Sehingga diharapkan dapat tercipta pula karakteristik seorang wirausahawan yang tangguh dan tangkas.
Baca juga: Sambut Libur Sekolah, Hotel Santika Gresik Hadirkan Promo Staycation 'School Holiday is Coming'
“Sekarang ini, semua bisa diserahkan pada ahlinya. Mereka bakat desain, bisa mengerjakan desain. Nah dengan MJC, yang bisa desain akan diarahkan oleh mentornya dan dipertemukan dengan client. Karena semangat merah putih, para mentor ini membimbing talenta-talenta ini,” jelasnya.
Selain itu, Emil mengingatkan, di era digital saat ini, paham digital itu penting. Tetapi tetap saat ini juga membutuhkan tenaga-tenaga yang jago dalam teknis. “Kalau digital dimajukan terus, teknisnya tidak diperhatikan ya akan susah hasilnya. Begitu juga sebaliknya kalau terlalu teknis terus, akan ketinggalan dengan dunia digital,” pungkasnya. (rtn)
Editor : Redaksi