KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Penggunaan sanitary landfill di Kecamatan Jabon telah dimulai pada Hari Senin (1/11). Hal tersebut setelah Pemkab Sidoarjo mendapat ijin pemanfaatan dari Kementerian PUPR.
[irp]
Baca juga: Turun ke Sawah Lewat Program Medhayoh, Bupati Setyo Wahono Semangati Ibu-Ibu Tani di Ngraho
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Bahrul Amig mengatakan, penggunaan sanitary landfill maju dari jadwal semula karena Tempat Pembuagan Akhir (TPA) Jabon telah overload dan tak mungkin lagi menerima kiriman sampah. “Kedepan, kami berharap masalah sampah bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja, namun warga harus ikut aktif. Caranya dengan mengurangi produksi sampah di tingkat rumah tangga,” terangnya, Rabu (3/11/2021) sore.
Menurut riset, lanjut Amig, produksi sampah per orang sebanyak 0,5 kilogram setiap harinya. Dengan penduduk Sidoarjo yang mencapai 2,5 juta orang, maka sampah yang dihasilkan lebih dari seribu ton setiap harinya. “Kami berharap mulai sekarang, warga mengurangi produksi sampah dengan cara mengurangi penggunaan plastik misalnya,” harapnya.
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi
Mantan Kepala Dinas Perhubungan ini juga berharap, 25 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang ada dimaksimalkan. “Salah satu TPST yang menjadi pioneer adalah TPST Desa Banjarbendo, Kecamatan Sidoarjo Kota. Disana sampah telah diolah menjadi briket. Jadi tak ada sampah yang dikirim ke TPA dari sana. Kami harap TPST yang lain segera mengikutinya.
Sementara itu di kompleks sanitary landfill, sortir sampah telah dilakukan. Sehingga sampah organik dan non organic terpisah. “Sampah-sampah yang tidak lagi bisa dimanfaatkan akan dijadikan briket. Secepatnya, sehingga nol pembuangan ke lahan sanitary landfill,” imbuh Amig. (bro)
Baca juga: Bea Cukai Jatim I Musnahkan 13 Juta Batang Rokok Ilegal
Editor : Satria Nugraha