KLIKJATIM.Com | Gresik — Beroperasinya layanan kereta barang di Stasiun Indro setelah berhenti pada 2016 lalu memicu optimisme dunia usaha.
[irp]Baca juga: BLT DBHCHT Gresik Sasar Buruh hingga Petani Tembakau, Masing-masing Terima Rp900 Ribu
Direktur Niaga PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Dadan Rudiansyah menyebut, dalam rangka mendukung sistem logistik nasional yang murah dan efisien, PT KAI menghidupkan kembali rute kereta barang Indro Gresik- Pasoso Jakarta.
"Berdasarkan data LPI, sistem logistik nasional kita masih berada di peringkat 40 dunia, karena itu cost logistik kita masih tinggi. Dalam upaya memangkas biaya logistik, kehadiran kereta barang dari Gresik ke Jakarta ini bisa jadi pemicu pengintegrasian sistem logistik di Jawa Timur dan Nasional," tutur Dadang, Jumat (16/9/2021).
Dadang optimis bila arus pengiriman barang yang memanfaatkan kereta api di Stasiun Indro akan meningkat, karena Kabupaten Gresik merupakan daerah penyangga utama Surabaya dengan kapasitas industri dan ekonomi yang besar.
"Kedepan akan kita tingkatkan layanan dan frekuensi layanan kereta disini, untuk sementara kehadiran kereta dua hari sekali," jabarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Tursilowanto Harijogi menyampaikan apresiasi atas langkah PT KAI yang menghidupkan kembali rute kereta Barang di Stasiun Indro.
Menurut Tursilo bila arus barang keluar masuk Gresik bisa dikonversi ke moda transportasi kereta api akan bisa mengurai problem kemacetan jalan di Kabupaten Gresik.
"Kepadatan jalan di Kabupaten Gresik akan berkurang 80 persen bila KA barang sudah maksimal," tutur Tursilo.
Ia pun meminta PT KAI agar memberdayakan masyarakat sekitar Desa Indro dalam rantai operasional kereta barang itu apabila sudah berkembang.
Baca juga: Peluang Besar untuk Sampang: Pengembangan Lapangan Hidayah Buka Potensi Jadi Daerah Penghasil Migas
"Karena bagaimanapun kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan dari pembangunan yang dicanangkan pemerintah dalam hal ini Pak Bupati Gresik," pesannya. (rtn)
Baca juga: Nahas, Balita Empat Tahun di Karang Penang Sampang Meninggal di Kubangan Air Waduk Tembakau
Editor : Abdul Aziz Qomar