Positif Covid, Pekerja Migran Malaysia Melahirkan di RSLI Surabaya

klikjatim.com
Tim medis RSLI Surabaya saat membantu persalinan PMI asal Sumenep yang baru pulang dari Malaysia

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Tim dokter membantu proses persalinan seorang pasien Covid-19 asal Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, yang sedang dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.

[irp]

Baca juga: Bikin Kupang Makin Menyala! Booth Honda Guncang Honda DBL 2026 dengan Promo Spesial dan Riding Test

"Kami bantu persalinannya tadi malam, dan kondisinya normal," kata Dokter Umum RSLI Muhammad Ainur ROhman Firmansyah saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (21/9/2021).

Ainur mengatakan, ibu bayi tersebut berinisial SU, yang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI). Perempuan berusia 37 tahun itu memang berniat pulang dari tempat kerjanya di Malaysia ke Tanah Air agar bisa melahirkan di tengah keluarga di kampung halaman.

Namun prosedur kepulangan PMI di Jawa Timur, setibanya di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, harus melalui proses karantina di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya, salah satunya menjalani tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR).

Baca juga: Kunjungi KEK JIIPE Gresik Bersama Dahlan Iskan, Rombongan Explore Business Disway Intip Masa Depan Industri Indonesia

Hasilnya, SU terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga selama delapan hari terakhir dirujuk untuk menjalani isolasi di RSLI Surabaya. Tim dokter RSLI langsung membantu persalinan hingga melahirkan bayi normal seberat 2,5 kilogram, panjang 48 sentimeter.

Bayi laki-laki yang diberi nama Asroful Anam itu telah dites usap PCR, dan saat ini tim dokter RSLI masih menunggu hasilnya.

"Ibunya ini sebenarnya sudah merasakan kencang-kencang sejak pagi tapi tidak disampaikan ke perawat. Waktu kami kunjungi pagi tidak mengeluh apa-apa. Dikiranya itu sakit perut biasa," ujar dia.

Baca juga: Ambil Sumpah di Hadapan Api Abadi, Ratusan ASN Bojonegoro Jalani Mutasi di Kayangan Api

"Itu merupakan anak kedua SU. Ternyata hamil pertamanya dulu melalui operasi sesar. Jadi ibunya tidak tahu rasanya kencang-kencang mau melahirkan itu gimana. Dikiranya sakit perut biasa," imbuh dia.

Meski hasil tes PCR sang bayi belum keluar, tim dokter RSLI memperbolehkan ibunya menyusui. Ainur memastikan Covid-19 hanya menular lewat droplet atau cairan yang keluar dari saluran pernafasan sehingga SU harus menyusui bayi yang merupakan anak keduanya itu dengan protokol kesehatan menggunakan masker. (ris/ant)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru