Ini Kisah Vaksinator Covid - 19 Untuk Komunitas ODGJ di Tulungagung

klikjatim.com
ODGJ yang sudah stabil dan rutin mengikuti Posyandu jiwa, mendapatkan suntikan vaksin Covid - 19 secara bersama sama di Puskesmas

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Vaksin Covid - 19 menjadi hal penting yang dibutuhkan masyarakat saat ini, tidak hanya bagi pelayan publik, pelajar hingga Lansia namun juga untuk komunitas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang masuk dalam kategori masyarakat rentan.

[irp]

Baca juga: Ubah Pola Bansos ke Pemberdayaan, Pemkab Lamongan Berhasil Entas 294 Kepala Rumah Tangga Perempuan dari Kemiskinan

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Tulungagung, hingga saat ini 70% ODGJ di Tulungagung telah mendapatkan vaksin Covid - 19, sedangkan sisanya kini dalam proses.

Kasi P2PTM Dinas Kesehatan Tulungagung, Heru Santoso selaku pihak yang bertanggung jawab dalam masalah kesehatan ODGJ di Tulungagung yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, pada Jumat (17/09) kemarin mengaku banyak cerita dari vaksinator yang disampaikan kepadanya.

"Kalau yang berhadapan langsung dengan ODGJ ini kan vaksinator ya, saya sesekali juga ikut ke lapangan untuk memastikan,namun memang ada banyak cerita unik yang disampaikan teman teman di lapangan,"ujarnya.

Untuk memudahkan proses vaksinasi Covid - 19 kepada ODGJ, pihaknya selalu melibatkan tiga pilar di wilayah desa,kemudian pihaknya berupaya untuk mendekati keluarga ODGJ tersebut lebih dahulu agar memiliki pemahaman yang sama.

"Kalau ODGJ ini yang pertama kita dekati adalah keluarganya dulu, agar setuju dan mau memberikan akses untuk menyuntikkan vaksin kepada ODGJ," jelasnya.

Baca juga: Warga Blitar Banjir Hadiah! MPM Honda Jatim Siapkan 3 Unit Honda PCX160 dalam Program Untukmu Konsumen Honda

Menurutnya, tidak semua ODGJ harus mendapatkan vaksin Covid - 19 di rumah, bagi mereka yang telah stabil dan rutin mengikuti Posyandu jiwa, mendapatkan suntikan vaksin Covid - 19 secara bersama sama di Puskesmas.

Namun bagi mereka yang kondisinya masih labil, maka pihaknya memilih melakukan vaksin dari rumah ke rumah.

"Lha yang sering berontak ini yang door to door ini walaupun prosentasenya 25%, sedangkan sisanya yang 75% ini kan sudah biasa ikut Posyandu jiwa jadi vaksinasinya dilakukan secara bersama sama," tuturnya.

Baca juga: Jatim Raih Rekor MURI, Gubernur Khofifah dan PTA Surabaya Luncurkan Aplikasi Satria Majapahit Juara

Heru mengakui, tak sedikit ODGJ yang melawan dan menolak untuk disuntik vaksin Covid - 19 , oleh karena itu biasanya vaksinator dibantu keluarga dan tiga pilar melakukan pendekatan lain.

Salah satunya dengan membahas hal yang menarik perhatian ODGJ, tentang perihal yang disukai oleh mereka agar kondisinya tenang dan bisa mendapatkan vaksin Covid - 19.

"Biasanya kita bujuk kita iming imingi dengan hal yang disukai sama ODGJ, jadi ndak langsung menjelaskan ini mau disuntik gitu gitu takutnya mereka malah nanti takut,"pungkasnya. (rtn)

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru