KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Krisis air di penghujung musim kemarau melanda warga Kabupaten Ponorogo. Salah satunya di Desa Duri, Kecamatan Slahung.
[irp]
Baca juga: Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor Dihadiri Ribuan Jamaah, Perkuat Semangat Pendidikan dan Dakwah
"Perdana (kali pertama) Desa Duri. Tepatnya di Dusun Jenggrik RT 02 RW 03 yang meminta bantuan kami suplay air bersih," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono, Kamis (16/9/2021).
Dia menjelaskan, permohonan itu bukan tanpa dasar. Namun petugas BPBD yang mengirim air ke lokasi juga melihat aliran sungai memang sudah mulai mengecil dan cenderung kering.
Juga sumur yang dimiliki warga tidak tampak ada air. Pun bilik juga alirannya mulai mengecil.
Untuk warga yang terdampak di lokasi ada 45 kepala keluarga. "Kalau jiwa-nya 115 jiwa," kata Budi--sapaan akrab--Setyo Budiono.
Baca juga: Dua WNA Gendam Kasir Toko Perabotan Rumah Tangga di Ponorogo
Dia menjelaskan, permintaan droping air yang perdana pada tahun 2021 ini awalnya melalui sambungan telepon. Kemudian perangkat desa setempat juga mengirim surat permintaan droping air.
"Kami respond. Hari ini untuk Desa Duri kami kirimkan 2 tangki. Kalau kapasitasnya sekitar 6000 liter per tangki. Ya total 12 ribu liter," jelasnya.
Menurutnya, kapasitas 12 ribu liter air yang dikirim itu biasanya cukup untuk 2 sampai 3 hari. Namun, jika sebelum itu sudah habis maka akan dikirimkan lagi.
Baca juga: Bersihkan Rumah, Remaja Ponorogo Terjatuh ke Sumur Sedalam 25 Meter
Dia mengakui bahwa di Dusun Jenggrik, Desa Duri memang selalu yang pertama minta droping air ketika musim kemarau datang. Pihaknya juga sudah memantau sepekan terakhir.
"Dua hari ini memang hujan. Tetapi tidak berpengaruh terhadap air yang berada di Jenggrik," tegas mantan Kasubag Humas Pemkab Ponorogo ini. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad