Ikut Sukseskan SDGs, PT. Cargill Gresik Kembali Latih Masyarakat Soal Tata Kelola Sampah

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik - Pasca melandainya badai pandemi gelombang kedua, PT. Cargill Indonesia–Cocoa & Chocolate Gresik kembali mengajak masyarakat lingkar perusahaan untuk meningkatkan tata kelola lingkungan agar lebih bersih, asri dan juga bernilai ekonomi. Upaya itu dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), setelah berhasil menjalankan program pengembangan bank sampah dan desa hijau lestari di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar.

[irp]

Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global

Sedangkan kali ini PT. Cargill Indonesia membentuk sekaligus melatih manajemen bank sampah induk dan unit di sembilan RT di Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar. Yaitu dengan menyediakan transportasi pengangkut sampah, pelatihan tata kelola sampah organic, serta pelatihan kerajinan daur ulang sampah nonorganic.

Pelaksanaan kegiatan yang didukung oleh Pemerintah Desa, PKK, Karang Taruna dan team Wehasta ini digelar mulai hari Kamis (26/8/2021) sampai Jumat (27/8/2021). Lokasinya di masing-masing RT atau berjumlah sembilan titik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Total pesertanya ada 70 orang kader lingkungan.

Admin and Relations Manager PT. Cargill Indonesia di Gresik, Adi Suprayitno mengatakan, kader lingkungan tersebut dipersiapkan untuk mengajak seluruh warga membentuk bank sampah unit di setiap RT. Targetnya adalah menaikkan reduksi sampah non organik dari timbunan awal, reduksi sampah organik melalui komposter aerob dan pemanfaatan daur ulang sampah nonorganic menjadi kerajinan tangan yang semuanya dalam rangka menciptakan masyarakat desa mandiri. Khususnya di bidang tata kelola lingkungan.

Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun

“Pengembangan management bank sampah baik nonorganic dan organic menurut kami tepat untuk masyarakat kawasan industri seperti Desa Manyar Sidomukti. Selain perlunya tata kelola lingkungan yang ideal, program tersebut juga bentuk kegiatan Ecopreneurship yang bisa memberikan pendapatan ekonomi kepada masyarakat. Masyarakat bisa menjual sampahnya ke Bank Sampah dan juga bisa mendaur ulang menjadi kerajinan tangan,” ungkap Adi.

Harapannya, kegiatan tersebut menjadi community center program. Yaitu pemberdayaan masyarakat lanjutan menuju kemandirian wilayah desa di berbagai bidang seperti lingkungan, ekonomi, nutrisi, sanitasi dan komunikasi.

Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona

Ketua penggerak PKK Desa Manyar Sidomukti, Muafiah yang juga turut hadir dalam pelatihan mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. “Kami sangat berterimakasih kepada PT. Cargill Indonesia yang selama ini peduli dengan lingkungan, khususnya tata kelola sampah di desa kami agar lebih bersih, asri dan lestari, semoga program ini bisa berkelanjutan,” ucapnya.

Hal ini sejalan dengan fokus tanggung jawab social PT. Cargill Indonesia–Cocoa & Chocolate Gresik dalam pilar “protecting our planet”. Pengembangan program bank sampah tersebut juga akan mengkampanyekan penghematan, pendayagunaan dan pelestarian lingkungan, serta penanganan pemanasan global dalam rangka turut serta mensukseskan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 13 yaitu aksi memerangi perubahan iklim dan dampaknya, serta menciptakan masyarakat yang sehat dan mandiri dalam tata kelola lingkungan. Utamanya dalam menghadapi masa pandemi seperti sekarang ini. (rtn)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru