KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Sidoarjo menyerahkan bantuan paket sembako kepada 150 ojek online (Ojol) perempuan. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Pendapa Delta Wibawa Sidoarjo, Kamis (25/8/2021) pagi.
[irp]
Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global
Ketua TP. PKK Kabupaten Sidoarjo, Sa’ada Ahmad Muhdlor mengatakan, bantuan tersebut merupakan rangkaian kegiatan bansos PPKK Sidoarjo di masa pandemi “Selama pandemi kita telah menyalurkan bantuan sekitar seribu paket sembako kepada masyarakat. Hari ini giliran ojek online perempuan yang menerimanya, karena profesi mereka sangat terdampak pandemi Covid-19, khususnya di masa PPKM,” terang Ning Sasha, panggilan akrabnya.
Ning Sasha melanjutkan, sesama perempuan dirinya paham betul kesulitan yang mereka hadapi. “Kami sangat bersimpati karena siapapun tidak menduga akan datangnya wabah ini. Semuanya terdampak. Tiba-tiba ekonomi terganggu. Termasuk para wanita tangguh ini. Mereka ikut membantu perekonomian keluarga, bahkan tidak sedikit yang menjadi tulang punggung keluarga,” terangnya.
Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun
Untuk data para penerima bantuan sudah dikonfirmasi di masing-masing kecamatan setempat. “Mereka terdata belum pernah menerima bantuan dari pintu manapun,” imbuh Ning Sasha.
Ke depan, Tim PKK Sidoarjo akan memberikan pelatihan kepada kaum emak-emak untuk menanam hidroponik dan keterampilan lain. Dengan harapan mereka bisa mendapatkan penghasilan meskipun berada di rumah.
Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona
Ketua Srikandi Ojol Sidoarjo, Endah Ruliyanti mengaku bantuan yang diterima sangat membantu. Pasalnya di masa pandemi ini pendapatan jauh menurun.
“Kami berharap kegiatan ini berkesinambungan. Bukan hanya berupa bantuan paket sembako, namun pemberian pelatihan keterampilan yang sifatnya home industri. Biar kita tidak selamanya nggojek. Karena kaum perempuan tidak seharusnya di jalan. Tapi keadaan memaksa kami bekerja di jalan untuk membantu ekonomi keluarga,” ucapnya. (nul)
Editor : Satria Nugraha