Ratusan Pengungsi Afghanistan di Sidoarjo Berharap Bisa Segera Dipindahkan dari Indonesia

klikjatim.com
Ratusan pengungsi Afghanistan di Sidoarjo saat berdemo

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Sebanyak 244  pengungsi Afghanistan yang menempati rusunawa di area Pasar Induk Puspa Agro, Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo menggelar aksi damai, Selasa (24/8/2021) sore. Mereka menuntuk kejelasan nasib dan berharap segera dipindahkan dari Indonesia.

[irp]

Di halaman tengah rusunawa, perwakilan pengungsi berdialog dengan pihak United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Jakarta secara daring. Sementara yang lain membentangkan aneka poster yang berisi aneka tulisan  serta keprihatinan atas apa yang menimpa negara mereka, Afghanistan. Aneka poster tersebut diantaranya, Kami Ingin Dipindahkan, Pengungsi Afghanistan Butuh Bantuan, Pindahkan Pengungsi Afghanistan dari Indonesia, Tolong Pengungsi di Indonesia serta Keluarga Kami Tidak Aman di Afghaistan.

Baca juga: Cegah Ketimpangan Kompetensi Global, Indonesia Dorong Penerapan Future Skills Forecasting di BRICS

Muhammad Hadi Qurbani (25) mengatakan, ini merupakan aksi hari ketiga. Para pengungsi menginginkan segera beranjak dari Indonesia ke negara ketiga untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. “Yang kami inginkan bisa segera pindah ke Australia, New Zealand, Kanada atau Amerika, agar hidup kami lebih terjamin di sana,” ucapnya.

Hadi bercerita, ia bersama ratusan warga lainnya secara bergelombang meninggalkan Afghanistan. Ia sendiri, tiba di Indonesia pada tahun 2014. “Selama delapan tahun di sini,kami haya bisa diam. Bekerja kami dilarang. Hari-hari kami ya begini terus. Tidak ada kesibukan. Tidak mungkin kami kembali ke negara kami yang kini dikuasai Taliban. Maka itu kami berharap bisa segera pindah ke negara, di mana kami bisa bekerja dan memulai hidup baru,” keluhnya.

Baca juga: Pelindo Terminal Petikemas Raih 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026

Hadi menambahkan, selama ini para pengungsi mendapat dana bulanan dari UNHCR sebesar Rp 1.250.000. “Jelas itu tidak cukup, tetapi kita cukup-cukupkan,” imbuhnya.

Muhammad Zaki, pengungsi lain berharap, pemerintah Indonesia mau membantu mereka agar bisa segera keluar. “Mulai tahun 2016 lalu, proses kepindahan kami berhenti. “Kami tidak peduli, apakah dibawa ke Amerika, Kanada, New Zealand ataupun ke Australia. Kami tidak peduli. Yang terpenting, segera bawa kami keluar dari Indonesia,” harapnya.

Baca juga: Bupati Sampang Pastikan Penanganan Lansia dan Gizi Buruk Berjalan Optimal

Sementara itu, anggota Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri Kabupaten Sidoarjo, Wahyu Tri Wibowo menjelaskan, pihaknya menampung aspirasi yang pengungsi sampaikan. “Tentu aspirasi para pengungsi kita tampung dan akan kita sampaikan. Termasuk keinginan mereka untuk pergi ke negara ke tiga,” jelasnya. (rtn)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru