KLIKJATIM.Com | Madiun - Setelah diresmikan, kini Rumah Sakit Lapangan (RSL) Asrama Haji di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun yang digunakan untuk pasien positif Covid-19 mulai beroperasi. Bagi warga yang terpapar dan sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah jika butuh penanganan medis lanjutan, maka bisa menjalani perawatan di RSL setempat.
[irp]
Baca juga: Sinergi Bagi Negeri: MPM Honda Jatim Salurkan 18.440 Bibit Bunga Lewat Program One Sales One Seed
"Rumah Sakit Lapangan ini nantinya untuk pasien Covid-19 yang saat isoman di rumah sewaktu-waktu membutuhkan perawatan lebih lanjut. Tetapi harapannya, tidak sampai terisi. Artinya, yang isoman itu segera sembuh dan tidak ada yang sakit lagi," ujar Wali Kota Madiun, Maidi di sela kegiatan peresmian RSL Asrama Haji di Madiun seperti dikutip republika.co.id.
RSL Asrama Haji Kota Madiun tersebut memiliki kapasitas hingga 182 tempat tidur yang dapat digunakan oleh pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang.
Selain RSL Asrama Haji, Wali Kota Maidi juga meresmikan Rusunawa II Kota Madiun untuk menjadi ruang isolasi bagi para tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Rusunawa II tersebut memiliki 44 hunian dengan masing-masing ruang terdapat dua tempat tidur.
Dengan difungsikannya dua fasilitas tersebut, Maidi berharap tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Kota Madiun yang sempat naik dapat ditekan. "Hadirnya RSL Asrama Haji dan Rusunawa II ini tentu menambah ruang perawatan Covid-19 di Kota Madiun. Harapannya, BOR-kita semakin dapat ditekan," tandasnya.
Menurut dia, ketersediaan dua fasilitas tersebut dinilai sangat penting. Pasalnya ruang perawatan di rumah sakit sudah penuh seperti di RSUD dr Soedono, RSUD Kota Madiun, RS DKT, maupun RSI Kota Madiun.
Baca juga: Kendalikan Inflasi Awal Tahun, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Deket Lamongan
Selain itu, saat ini ada sebanyak 492 orang terkonfirmasi Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah hingga Sabtu (24/7/2021).
Untuk lebih menekan BOR di wilayah setempat, sehingga Pemkot Madiun juga berencana memanfaatkan sejumlah gedung sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Madiun yang terdekat dengan puskesmas untuk dijadikan ruang isolasi.
Dari hasil pendataan, setidaknya terdapat 10 hingga 11 SD dan SMP di wilayah setempat yang paling dekat dengan enam puskesmas yang ada.
Dari gedung sekolah-sekolah itu tercatat ada 70 ruang kelas yang bisa dimanfaatkan. Sesuai rencana, satu ruang kelas bisa diisi 10 tempat tidur, sehingga bisa menampung untuk 700 orang. Pemkot Madiun hingga kini masih terus berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk TNI-Polri untuk penyediaan tempat tidur lipat untuk kondisi darurat.
Maidi berharap dengan penyediaan fasilitas tersebut, penanganan kasus Covid-19 di Kota Madiun yang saat ini masih berstatus zona merah dapat lebih maksimal.
Perlu diketahui, total kasus Covid-19 di Kota Madiun hingga Sabtu (24/7/2021) mencapai 5.148 orang. Rinciannya sebanyak 3.808 orang di antaranya telah sembuh, 540 orang masih dalam perawatan, 492 orang isolasi mandiri dan 308 orang meninggal dunia.
Tambahan kasus per Sabtu ini ada 133 orang terkonfirmasi positif Covid-19, sembuh 125 orang, dan meninggal dunia empat orang. Sedangkan jumlah tracing sehari itu sebanyak 85 orang. (*)
Editor : Fauzy Ahmad