KLIKJATIM.Com | Gresik — Kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah plastik secara perlahan tampaknya terus tumbuh. Contohnya dalam momen Hari Raya Idul Adha. Jika tahun sebelumnya para santri di Gresik memanfaatkan anyaman daun kelapa sebagai tempat daging hewan kurban yang dibagikan kepada warga, kali ini di Pulau Bawean pilih menggunakan daun jati.
[irp]
Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global
Tepatnya di Masjid Raudatul Jannah Dusun Telok Klompang, Desa Teluk Jatidawang, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik. Alasan panitia memilih daun jati karena dinilai lebih ramah lingkungan.
Ketua Takmir Masjid Raudatul Jannah, Ustad Hasanuddin mengatakan, alternatif menggunakan daun Jati sebagai pengganti kantong plastik merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus kampanye gerakan mengurangi sampah plastik di Pulau Bawean. Selain itu, keberadaan pohon jati di Teluk Kelumpang juga melimpah.
“Pada saat dibagikan, umumnya daging dikemas dalam kantong plastik. Padahal, kantong plastik kurang baik untuk lingkungan karena butuh puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai di tanah,” ungkapnya, Rabu (21/7/2021).
Menurut pengawasan konservasi Bawean itu, ada imbauan soal penggunaan kantong plastik yang sudah disampaikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sejak 2019 lalu. Sebagian besar kantong plastik kresek merupakan hasil daur ulang plastik.
Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun
Plastik daur ulang tersebut umumnya berasal dari limbah wadah bekas produk pangan, bahan kimia, pestisida, kotoran hewan atau manusia, dan sebagainya. Dalam proses pembuatannya juga menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.
“Diimbau untuk tidak menggunakan kantong plastik kresek daur ulang untuk mewadahi langsung berbagai jenis bahan baku pangan misalnya daging, ikan, dan lainnya. Serta berbagai jenis makanan siap santap,” paparnya.
Karena itu pihaknya menggunakan alternatif daun jati sebagai pengganti kantong plastik dalam membungkus kurban. “Penggunaan daun jati sebagai kemasan daging kurban dilakukan panitia Masjid Raudatul Jannah ini. Bungkus daging yang semunya dibungkus daun jati dijajar di halaman masjid, kemudian dibagikan ke sejumlah warga sekitar,” ujarnya.
Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona
Dengan memakai daun jati, tidak akan ada bahan kimia yang menempel pada makanan. Sehingga tidak ada kekhawatiran mengalami dampak kesehatan.
Bungkus makanan dari daun jati pun lebih ramah lingkungan, jika dibandingkan dengan pembungkus berbahan plastik. Artinya, dengan menggunakan daun jati tidak akan memicu penumpukan sampah yang merusak lingkungan.
“Daun jati memiliki ciri berdaun besar, bulat telur terbalik, berhadapan, dengan tangkai yang sangat pendek serta memiliki kandungan fitokimia yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil uji fitokimia dalam daun jati terdapat flavonoid, alkaloid, tanin, napthaquinones dan antrakuinon yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri atau sebagai antibakteri. Senyawa aktif dalam daun jati ini dapat digunakan untuk mengawetkan daging,” pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi