KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Setelah sempat berada di zona oranye untuk Covid-19, kini bumi reog kembali ke zona merah. Hal itu sesuai dengan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur (Jatim).
[irp]
Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global
"Per kemarin malam memang kembali merah. Padahal sempat oranye beberapa waktu lalu," ujar Plt Kadinkes Ponorogo, Agus Pramono, Selasa (6/7/2021).
Agus menyebut penyebab kembalinya ke zona merah ada beberapa faktor. Menurutnya, zona merah sangat dipengaruhi tingkat kesembuhan pasien terkonfirmasi Covid-19.
"Juga tentang jumlah kematian yang terkonfirmasi Covid-19," kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo ini.
Agus secara blak-blakan menjelaskan bahwa angka kematian sepekan terakhir memang tinggi. Dari data yang ada, sepekan terakhir ada 15 orang meninggal dunia per hari.
Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun
"Ini ada yang sudah terkonfirmasi Covid-19. Ada yang hanya suspect dan probable saja," sambungnya.
Dia mengaku sengaja membuka data ini. Agar masyarakat di Ponorogo melek bahwa Covid-19 itu berbahaya. "Ya biar tahu. Manut sama aturan yang ada," tegasnya.
Tergelincirnya Ponorogo ke zona merah juga karena Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit (RS) rujukan sudah penuh. Sebab aliran pasien yang terkonfirmasi Covid-19 belum bisa tertampung.
Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona
Dari data, BOR ICU yang tersisa hanya ada di RSU Muhamadiyah. Itupun hanya satu tempat tidur.
"Empat RS lain, RSUD dr Harjono, RSU Aisyah, RSU Darmayu dan RSU Muslimat sudah penuh," pungkas Agus. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad