Grup Medsos Gresik Sumpek Tiba-tiba Hilang, Diduga Ada Pihak yang Lapor

klikjatim.com
Cak War, pendiri grup media sosial (medsos) Gresik Sumpek saat menunjukkan grup baru GS. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Grup media sosial (medsos) facebook terbesar di Kabupaten Gresik yang dikenal dengan nama 'Gresik Sumpek' telah hilang. Tak ada angin tak ada hujan, grup dengan jumlah 486.920 anggota ini tiba-tiba saja lenyap dari pantauan. Info hilang tersebut diketahui oleh admin GS sekitar pukul 19.00 WIB, pada Jumat (2/7/2021).

[irp]

Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global

Perlu diketahui dalam catatan klikjatim.com, grup legenda di Kabupaten Gresik yang sudah berusia 11 tahun ini kerap menggegerkan netizen. Hal itu menyusul adanya informasi yang dishare dalam setiap hari, bahkan setiap jam.

GS selalu update untuk menginformasikan kepada ratusan ribu pengikutnya. Informasi yang dibagikan pun beragam. Mulai dari kegiatan sosial, peristiwa atau kejadian di seputar Gresik dan sekitarnya. Termasuk beberapa kebijakan pemerintah mulai dari tingkat daerah hingga pusat pun kerap jadi pembahasan di grup medsos ini. Bahkan tak jarang informasi-informasi yang dibagikan tersebut menjadi viral.

Saat dikonfirmasi, Pendiri GS, Warsito Elem membenarkan bahwa grup medsos GS telah hilang. Diceritakan, grup yang didirikan sejak tahun 2010 ini sebelumnya sempat ada pemberitahuan dari pihak facebook. Kemudian ada salah satu admin yang meninjau grup.

Setelah satu kali tinjauan, ternyata grup langsung hilang. “Sebelumnya grup hanya bisa dilihat admin, kemudian hilang dan ada yang cek di email admin juga tidak ada pemberitahuan,” ujar cak War, sapaannya, Sabtu (3/7/2021). 

Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun

Padahal, lanjut dia, selama ini grup GS dalam postingan sudah selektif. Tidak ada tendensi politik praktis. 

“Kemungkinan ada netizen yang melaporkan dan minimal tiga akun yang melaporkan. Jika tiga netizen (akun) yang melapor bisa jadi grup diminta untuk peninjauan,” tambah cak War. 

Kendati demikian, namun Warsito Cs masih tetap eksis di grup medsos. Ia bersama tim admin selama ini beralih ke grup Gresik Sumpek yang baru. 

Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona

“Kita ambil alih grup Badokan Gresik Sumpek diganti Gresik Sumpek yang sudah berjumlah 150 ribu lebih,” ungkapnya.

Diakui, membuat grup baru dari nol tentu ada banyak kesulitan dan belum tentu bisa eksis. Namun pihaknya tetap optimis bisa mengelola grup barunya itu dengan maksimal.

Sementara itu, informasi yang dihimpun terkait hilangnya grup di media sosial tidak hanya dialami Gresik Sumpek. Tetapi grup medsos lainnya juga hilang, seperti Info Lantas Sidoarjo dengan member 830 ribu, Info Lantas Mojokerto, dan Media Suara Surabaya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru