Pasien Positif Covid-19 di Pulau Bawean Tambah Lagi, RS Umar Mas'ud Kekurangan Oksigen

klikjatim.com
Pasien positif Covid-19 di Pulau Bawean saat dilakukan pemakaman. (ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Tren pasien positif Covid-19 di Pulau Bawean kian memperhatikan. Pasalnya, hampir setiap hari ada pasien positif Covid-19 meninggal. 

[irp]

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi

Terhitung sejak Selasa (29/6/2021) ada pasien positif Covid-19 meninggal. Anggota DPRD Dapil Bawean, Bustami Khazin menyebut harus ada tindakan yang serius dari Bupati dan Dinkes Gresik. Mengingat status nakes di Pulau Bawean juga ada yang terpapar Covid-19. 

“Bupati atau pihak dinkes harus ada tindakan, jika tidak pulau Bawean akan menjadi klaster baru,” ungkapnya, Rabu (30/6/2021). 

Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat

Menurut Bustami, keluar masuk Pulau Bawean harus dilakukan pengetatan kembali. Atau bisa lockdown lokal satu pekan atau lebih. “Sekarang saja di RS sangat kesulitan tambahan oksigen bagi pasien. Karena kapal barang Gili Iyang belum beroperasi,” ujarnya. 

Direktur RS Umar Masud Bawean, dr Tony S Hartanto membenarkan tentang kekurangan oksigen di RS Umar Masud bagi pasien positif Covid-19. “Kendalanya memang transportasi, belum ada kapal Gili Iyang. Sedangkan yang beroperasi hanya kapal penumpang saja,” katanya. 

Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri

Karena memang kebanyakan pasien yang terpapar pasien positif Covid-19 di Pulau Bawean mempunyai gejala sesak. Sehingga sangat membutuhkan tambahan oksigen untuk paru-paru. 

“Terhitung tahun 2021 ini ada 8 pasien yang meninggal di RSUD Umar Masud. Itu tidak termasuk pasien meninggal isolasi mandiri. Sekarang ada 3 pasien yang dirawat di RSUD Umar Masud dengan keadaan stabil,” paparnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru