KLIKJATIM.Com | Lamongan - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lamongan terus melakukan upaya peningkatan minat calon-calon penanam modal (investor) dari luar.
[irp]
"Untuk menarik investor agar menanamkan modalnya, diperlukan peningkatan daya saing dan inovasi daerah," kata Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP Kabupaten Lamongan Agus Cahyono, di kantornya, Rabu (23/6).
Menurut Agus, pihaknya sangat konsen terhadap ketersediaan layanan dasar berupa infrastruktur yang memadai serta dukungan terhadap aktivitas ekonomi. Seperti layanan perizinan yang efisien, menyediakan kawasan strategis, hingga memberikan informasi potensi investasi wilayah Lamongan.
'"Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan kemudahan dan kepastian berinvestasi di Kabupaten Lamongan," ujarnya.
Agus menegaskan, berinvestasi di Lamongan memiliki banyak keuntungan. Mulai dari lokasi yang strategis dekat dengan Surabaya sebagai ibu kota provinsi, dan Lamongan memiliki pelabuhan.
Serangan wabah COVID-19 yang hingga kini belum sirna, kata Agus, telah memberikan dampak serius pada hampir seluruh sektor, tak terkecuali bidang investasi atau penanaman modal. Namun DPMPTSP Lamongan terus berupaya menarik investasi di masa pandemi dengan berbagai strategi, salah satunya dengan kemudahan layanan perizinan.
"Alhamdulillah, meski pandemi tetapi investasi di Lamongan mengalami peningkatan dibanding sebelumnya, tahun 2020 lebih tinggi dibanding tahun 2019 investor yang masuk ke Lamongan, padahal sudah pandemi," katanya.
Ditambahkan Agus, DPMPTSP Lamongan sejak tiga tahun terakhir juga sudah menerapkan layanan perizinan berbasis online dengan Sistem Pelayanan Izin Elektronik. Bahkan yang terkini adalah inovasi Sippoma (Sistem Pelayanan Perizinan Online dan Mandiri) yang merupakan salah satu sistem pelayanan elektronik yang terbuka, dalam arti terbuka setiap pengguna dari berbagai lapisan bisa mengajukan permohonan perizinan.
Layanan Sippoma sejalan dengan tatanan kenormalan baru untuk pelayanan perijinan dalam rangka memutus mata rantai Covid-19. "Pemohon tidak usah datang ke Kantor, cukup mengirim persyaratan dan bisa ditunggu, kalaupun belum bisa selesai karena ada persyaratan yang kurang bisa kawal sampai dimana progresnya, " katanya.
Meski begitu, pelayanan tatap muka tetap dibuka dengan memperhatikan protokol kesehatan di kantor DPMPTSP Lamongan bagi masyarakat yang perlu penjelasan atau pendampingan proses perizinan secara langsung. Sistem ini juga berdampingan dengan layanan perizinan nasional Online Single Submission (OSS).
"Perizinan Online Terpadu ini akan mempermudah para pengusaha untuk memperoleh izin usaha dengan cepat, mudah dan transparan," terangnya.
Berkat kerja keras dan berbagai inovasi layanan cepat ,efektif dan efesien DPMPTSP Lamongan sukses mengantarkan Kabupaten Lamongan masuk nominasi 3 besar tingkat Provinsi Jatim dan 25 besar nasional dalam bidang layanan.
"Dalam waktu dekat, saya diundang sebagai narasumber di Kementerian RB, doakan Lamongan masuk tiga besar nasional," pungkasnya. (ris)
Editor : Abdul Aziz Qomar