Berdayakan Ekonomi Masyarakat, DPRD Gresik Dorong Pengembangan Potensi Desa

klikjatim.com
Ketua DPRD Gresik, Much Abdul Qodir (kiri) bersama Pemimpin Redaksi klikjatim.com, Aries Wahyudianto saat berdialog tentang potensi desa di wilayah daerah setempat. (Koinul Mistono/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik terus memberikan perhatian serius terhadap pengembangan potensi desa, dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Sesuai dengan kewenangannya di bidang penganggaran (budgeting), pembuatan aturan (legislasi) dan pengawasan (controling) tersebut diharapkan mampu mendorong produktivitas potensi lokal desa. Hal ini juga akan disinergikan Kabupaten Gresik yang merupakan kota industri.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Ketua DPRD Gresik, Much Abdul Qodir mengatakan, perlu banyak cara dan strategi yang harus dilakukan untuk menggali serta mendorong potensi lokal desa. Misalnya dengan memberikan kepastian hukum sebagai dasar atau acuan pemerintah desa.

“Salah satunya yang sedang kita siapkan adalah ranperda (rancangan peraturan daerah) tentang desa wisata,” ujar Ketua DPRD Gresik, Much Abdul Qodir saat berbincang dengan klikjatim.com, Senin (21/6/2021).

[caption id="attachment_69314" align="aligncenter" width="784"] Ketua DPRD Gresik, Much Abdul Qodir (tengah) bersama Pemimpin Redaksi klikjatim.com, Aries Wahyudianto (kanan) saat berdialog tentang potensi desa di wilayah daerah setempat. (Koinul Mistono/klikjatim.com)[/caption]

Dengan adanya regulasi ini diharapkan bisa menambah semangat desa agar lebih maju dan berkembang. Menurutnya, harapan tersebut juga selaras dengan program Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Bahkan tidak hanya pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim. Namun juga menjadi atensi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang terus memberikan support demi kemandirian desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Selanjutnya diakui, bahwa pandemi Covid-19 yang selama ini terjadi telah berdampak terhadap semua sektor. Termasuk para pelaku UMKM dan wisata yang berada di bawah naungan BUMDes. Sehingga memang diperlukan terobosan-terobosan untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat di Kabupaten Gresik melalui berbagai sektor.

Untuk itu, sinergitas antar instansi pemerintahan tidak cukup di daerah. Selain peran pemerintahan di daerah (Pemda), dukungan anggaran dari pemerintah pusat pun sangat dibutuhkan demi pengembangan desa-desa yang potensial.

[caption id="attachment_69315" align="alignright" width="273"] Ketua DPRD Gresik, Much Abdul Qodir (kiri) bersama Pemimpin Redaksi klikjatim.com, Aries Wahyudianto saat berdialog tentang potensi desa di wilayah daerah setempat. (Koinul Mistono/klikjatim.com)[/caption]

“Salah satu kunci untuk mendorong kemajuan desa adalah membawa (memaksimalkan) anggaran turun ke desa,” tandas Abdul Qodir.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Karena pengembangan potensi desa seperti produk-produk unggulan UMKM ini diharapkan tidak sebatas di tingkat lokal. Tetapi harus mampu membidik sampai ke pasar internasional yaitu ekspor.

“Dan, ini salah satunya sudah dibuktikan Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik yaitu sebagai desa devisa,” tandasnya.

Perlu diketahui bahwa produk hasil kerajinan warga Desa Wedani tersebut sudah mendunia. Karya berupa sarung tenun warga berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara. Antara lainnya Dubai, Jeddah, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, hingga Etiopia. (adv)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru