Ribut Soal Persibo, Sukur Priyanto Merasa Dipermalukan, CEO Baru Belum Punya Target

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Ribut soal Persibo Bojonegoro memang telah berakhir. Tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu kini kembali dinahkodai orang lama, Abdullah Umar sebagai CEO dan Sally Atyasasmi sebagai sekretaris.

[irp]

Baca juga: Hadiri Pembukaan Piala Gubernur Jatim Open Woodball 2026, Arumi Bachsin Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Dunia

Namun, munculnya dua nama saat injuri time pendaftaran di Liga 3 tersebut menampar Sukur Priyanto. Sebab, sebelumnya telah ramai Sukur Priyanto akan menduduki posisi sebagai CEO Persibo.

Dialog terbuka akhirnya digelar di ruang paripurna DPRD Bojonegoro, Senin (14/6/2021). Seluruh elemen Boro Mania hadir, begitu juga Abdullah Umar, Sally Atyasasmi dan Sukur Priyanto.

Di hadapan Boro Mania, ketiganya memberikan klarifikasi seputar gaduh siapa yang memiliki wewenang mengelola Persibo. Meski Boro Mania menghendaki Sukur sebagai CEO Persibo, namun secara legalitas yang sah, Abdullah Umar dan Sally tetap menguasai manajemen.

Fakta tersebut membuat Sukur Priyanto meradang. Pasalnya, di luar telah dikabarkan jika dirinya adalah CEO yang baru Persibo. Keputusan tersebut diambil Sukur setelah memastikan kepada Boro Mania Umar dan Sally telah mundur dari manajemen.

“Saya tidak ambisius ingin jadi CEO Persibo. Saya empat kali didatangi teman-teman Boro Mania. Setiap kali datang saya selalu menolak, saya sarankan mencari yang lain. Sampai empat kali saya baru mau. Itu pun saya terima setelah mendapat kepastian informasi dari teman-teman Boro Mania dan Mbak Sally telah mundur dari manajemen,” kata Sukur Priyanto.

Setelah Sukur menyatakan bersedia sebagai CEO Persibo, nama Sukur pun akhirnya diajukan kepada Bupati Bojonegoro Anna Muawanah sebagai penguasa di Kabupaten Bojonegoro. Beredar kabar, orang nomor satu di Bojonegoro itu menolak nama Sukur Priyanto menahkodai Persibo.

Baca juga: Libur Long Weekend Kenaikan Isa Almasih, Penumpang KA di Jember Tembus 54 Ribu Orang

“Informasi yang saya terima, karena saya orang politik. Bupati pengennya Persibo tidak dikelola oleh orang politi. Padahal, saya mau kelola Persibo bukan karena persolan politik, itu terlalu jauh lah kalau berpikiran soal politik di sepak bola,” terang Sukur yang juga politisi Partai Demokrat sekaligus Wakil Ketua DPRD Bojonegoro.

Kegaduhan pun mulai tampak ke permukaan setelah nama Sukur mencuat sebagai CEO Persibo. Sempat juga beredar CEO Persibo dipegang oleh Yanuar Amni. Namun, di injuri time jelang pendaftaran Persibo ke Liga 3, akhirnya nama Abdullah Umar yang terdaftar sebagai CEO sebagaimana dokumen yang telah didaftarkan ke Asprov PSSI Jatim.

“Saya merasa dipermalukan oleh Mas Umar dan Mbak Sally. Apakah sejelek itu saya. Kemarin-kemarin ke mana, Umar dan Sally tidak konsisten, kemarin katanya sudah mengundurkan diri dengan membuat surat pernyataan bermaterai. Tapi sekarang tiba-tiba muncul. Saya yakin, kalau tidak ada saya mungkin keduanya (Umar dan Sally) tidak akan muncul,” ungkapnya.

Sementara itu, Abdullah Umar selaku CEO Persibo Bojonegoro hingga kini belum memiliki target ke depan. Kepada wartawan, Umar menyatakan akan mengagendakan rapat pengurus terkait target Persibo ke depan. “Dengan pengurus lain akan rapat dulu dan akan membuat rilis bagaimana target Persibo ke depan dan juga jadwal pertandingan,” kata politisi PKB ini.

Baca juga: Kabar Gembira! Polteknaker Perpanjang Pendaftaran SBP 2026 Hingga 27 Mei

Disinggung terkait penguduran dirinya dari manajemen Persibo Bojonegoro, Umar malah balik tanya terkait kebenaran informasi tersebut. Umar berdalih, dirinya vakum di Persibo lantaran memang tidak ada kegiatan akibat pandemic covid-19.

“Proses perjalanan Persibo bahwa sebelumnya ada dua pengajuan managamen ke Dispora namun seiring dengan adanya pandemi covid-19, sempat tertunda pembahasannya dan kemudian muncul kembali pada akhir-akhir ini dan muncul juga nama Sukur Priyanto,” dalih Umar.

Sementara itu, Sally Atyasasmi yang kembali aktif sebagai Sekretaris Persibo Bojonegoro kembali mengungkit kegagalannya mengelola Persibo tiga tahun lalu. Politisi Partai Gerinda itu mengklaim telah berusaha maksimal. Di antaranya, lanjut Sally, ketika Supporter ingin Persibo memiliki pemain asing, juga telah dipenuhi.

“Ini sudah langkah yang luar biasa, semoga nanti di liga tiga bisa membuat bahagia bagi suporter serta masyarakat Bojonegoro,” ujarnya. (mkr)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru