Pengacara Desak Polisi Usut Dugaan Pelanggaran Prokes Ultah Gubernur Khofifah

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pengacara Mohammad Sholeh mendesak polisi mengusut dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada perayaan ulang tahun Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa. Jika polisi sungkan memeriksa gubernur, Sholeh berjanji akan melaporkan pelanggaran itu secepatnya.

Baca juga: Harga Sparepart Motor di Jember Naik 30 Persen, Pelemahan Rupiah Jadi Pemicu

[irp]

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, beredarnya video pesta ulang tahun Gubernur Khofifah yang diduga mengakibatkan kerumunan masa menjadi perhatian warga khususnya warga Jawa Timur, pasalnya hal itu dilakukan saat musim pandemi, dimana masyarakat diminta untuk tidak melakukan kegiatan yang sifatnya mengandung kerumunan.

Muhammad Sholeh atau kerap disapa Cak Sholeh selaku pengacara merespon atas video tersebut, bahkan ia juga sempat menulis di media sosial bahwa Gubernur harus mundur.

"Kenapa saya punya gagasan ini harus ditindaklanjuti mundur adalah karena sekarang adalah musim pandemi dimana pemerintah menggalakkan open house ditiadakan. Tetapi kenapa gubernur menggelar pesta ulang tahun dengan banyak kehadiran orang ada prasmanan dan aksesoris," kata Sholeh, Sabtu (22/5/2021).

Sholeh juga mempertanyakan bantahan Sekda Provinsi bahwa acara tersebut adalah spontanitas.

"Kalau spontanitas kok ada makan makannya? Berarti sudah pesan. Kok ada balon balonnya? Berarti sudah direncanakan. Apalagi mengundang artis Ibu Kota, masak dadakan? Ini sebuah keanehan," tambahnya.

[caption id="attachment_65306" align="alignnone" width="300"] Foto tangkapan layar video suasana perayaan ulang tahun gubernur Jatim yang diduga melanggar protokol kesehatan[/caption]

Menurut Sholeh, jawaban dari Sekda Provinsi yang menyebut acara itu spontanitas menyakitkan bagi masyarakat. Bahkan Sholeh meminta Gubernur untuk mundur supaya kasus seperti ini tidak terulang kembali.

"Kalau ada Gubernur terus satu atau dua orang mengasih kue itu namanya spontanitas, kalau sudah disiapkan semua ya itu jangan ngomong spontanitas, jawaban itu menyakitkan masyarakat. Tiada lain yang paling pas ya harus mundur, supaya kasus seperti ini tidak terulang kembali," terangnya

Baca juga: EAZI Pangkas Waktu Pergantian Kapal Hingga 70 Persen, TPK Nilam Catat Rekor Arus Petikemas Tertinggi 2026

Sholeh meminta hukum di Indonesia harus di tegakkan, ia juga meminta polisi untuk mengusut kasus tersebut. Bahkan ia akan membuat laporan jika kasus tersebut tidak ditindaklanjuti.

"Sekarang adalah harus Polisi mengusut kasus itu, bahwa memang ada dugaan pelanggaran prokesnya harus ditindaklanjuti, kalau memang Polisi tidak menindaklanjuti lanjuti, saya yang akan membuat laporan," tegasnya. (ris)

Baca juga: Kabar Baik dari Blora! PT SGN Ambil Alih Penyerapan Tebu Rakyat di Tengah Mandeknya Operasional PG GMM

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru