Sidak Penyaluran Bantuan Non Tunai, Wabup Bojonegoro Temukan Perbedaan Barang

klikjatim.com
Wabup Bojonegoro, Budi Irawanto saat melakukan sidak. (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Untuk memastikan kualitas dalam pemberian bantuan sosial personil pemutus rantai penularan Covid-19, Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Budi Irawanto melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Kecamatan Kanor dan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Hal ini dilakukan menyusul adanya kekhawatiran, terjadi perubahan kualitas dan rawan penyelewengan data penerima di tingkat desa.

[irp]

Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global

Wabup Bojonegoro, Budi Irawanto mengatakan bahwa sidak ini dalam rangka pengawasan bantuan sosial non tunai yang diberikan Pemkab Bojonegoro. Untuk itu, pihaknya ingin mengetahui lebih detail terkait mekanisme dan siapa-siapa yang menerimanya.

"Pemberian bantuan ini total sebanyak 30 ribu paket yang tersebar di tiap kecamatan dengan anggaran kurang lebih Rp 4,9 Miliar, sehingga perlu dipastikan agar pendistribusian tepat sasaran," ujar mas Wawan, sapaan akrabnya pada Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun

Namun, dari temuannya hasil sidak masih ada ketidaksamaan bantuan di lapangan. Ada yang isi parsel biskuit kaleng, ada yang diisi dengan jajanan merek lain. Padahal jelas Program Natura Bantuan Sosial Personil pemutus rantai penularan Covid-19 di tingkat desa.

Mas Wawan meminta kepada seluruh pihak OPD terkait dan masyarakat untuk melakukan pengawasan saat penerimaan barang dan pendistribusian ke tingkat desa. Sebab pihaknya khawatir dalam program Natura ini disalahgunakan sebagai ucapan pemberian bingkisan lebaran (THR).

Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona

"Jangan sampai ini disalahgunakan," tegas Wabup Bojonegoro. (nul)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru