Prosesi Pemakaman Jenazah Jemput Paksa Pasien Covid-19 Hanya Dilakukan Keluarga

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Aksi pengambilan paksa jenazah pasien positif Covid-19 dari RSUD dr Harjono Ponorogo hingga proses pemakaman hanya dilakukan oleh anggota keluarga sendiri. Tidak ada keterlibatan warga Desa Lembah, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo yang ikut membantunya.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

"Mulai dari proses memandikan, menyolati hingga memakamkan dilakukan keluarganya," ujar Kapolsek Babadan, Iptu Yudi Kristiawan, Kamis (6/5/2021). 

Sebab, kata dia, pernah ada kejadian warga kena tracing usai pemakaman pasien positif Covid-19. Sehingga sepenuhnya diserahkan ke pihak keluarga. 

"Keluarga pasien tidak menghendaki secara protokol kesehatan dari rumah sakit. Otomatis tim pemakaman dari BPBD tidak mau memakamkan," katanya.

Dia mengaku posisi jenazah terbuka. Padahal biasanya BPBD memakamkan pasien Covid-19 itu dari rumah sakit, sesudah dipulasarkan dengan dibungkus plastik dan ditutup peti. 

"Kalau jenazah terbuka, ya petugas BPBD tidak berani memakamkan," tambahnya. 

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Yudi menambahkan mulai dari prosesi memandikan hingga pemakaman semua dilakukan oleh anggota keluarga. Tujuannya untuk mempermudah tracing. 

"Dimandikan, dimakamkan sama keluarga dari pada menulari yang lain. Tracingnya kan tidak banyak," tukas Yudi. 

Meski begitu, saat prosesi pemakaman juga dipantau oleh Satgas Covid-19 desa.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Sementara Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menambahkan, pihaknya mengimbau keras agar berkoordinasi yang baik. Apalagi dinyatakan positif, maka prokes itu wajib dan jangan ada upaya paksa dari pihak manapun karena berbahaya. 

"Prokes harus dijaga. Menyayangkan tapi juga melihat bagaimana investigasi, mendalami ke sana," pungkas Giri. 

Sebelumnya sejumlah orang mengambil paksa salah satu jenazah pasien terkonfirmasi Covid-19 dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo. Aksi mereka terekam kamera CCTV. (nul)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru