KLIKJATIM.Com | Surabaya - Puluhan karyawan bus Damri menuntut pelunasan hak gaji yang tak kunjung dilunasi oleh manajemen. Sayangnya, upaya tersebut malah mendapat respon negatif.
Baca juga: Jangkau Wilayah Pelosok, Patra Logistik Salurkan 12,28 Juta Liter BBM Strategis di Sulawesi
Berdasarkan data yang diperoleh, para karyawan tersebut mendapat ancaman dari Jarnawi, General Manager Perum Damri Cabang Surabaya. Intimidasi itu disampaikan lewat WhatsApp Grup (WAG) 'Damri Cabang Surabaya'.
Pesan berupa intimidasi itu sebagai berikut :
"Yth Pak Catur, Pak Zutomo, dan Pak Musonif. Apabila anda merasa tdk puas bekerja d DAMRI, Insya Allah besok saya proses mutasi kalian bertiga. Jgn hanya pandai bicara d WA group, bsk kalian bertiga sy tggu. Utk Asmen Pelayanan Jasa dan Asmen Sarbang dan Usaha, bsk utk ybs jgn d dinaskan sblm menghadap saya. Tks
Baca juga: Dukung Sertifikasi ESG BUMD, Bupati Yes Uji Disertasi Doktor Kabid Bapperida Lamongan di UB
"Utk Asmen SDM sgra buat usulan utk mereka bertiga. Sy tggu bsk pagi. Tks," tulisnya.
Tjatur, seorang driver Damri mengatakan, aksi unjuk rasa ini dilakukan menyusul tak kunjung lunasnya gaji para karyawan Damri sejak bulan Mei 2020 lalu.
"Gaji kami itu mulai tahun lalu ditunda, dicicil. Hingga sekarang yang terakhir ini dibayar Rp 1,2 juta. Apa cukup untuk keluarga," ujarnya, Senin (3/5/2021).
Selain itu, Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan juga belum ada kepastian. Bahkan, jika tahun lalu mendapat Rp 4,2 juta namun tahun ini dikabarkan hanya mendapat sekitar Rp 1,8 juta saja. (bro)
Editor : Redaksi