Bupati Sidoarjo Minta Pengelolaan Pulau Lusi ke Menteri KKP

klikjatim.com
Menteri KKP Wahyu Trenggono bersama Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor dan Gus Ali, pemangku Ponpes Bumi Shalawat

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono melakukan safari Gemar Makan Ikan (Gemarikan) ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur. Salah satunya ke Ponpes Bumi Shalawat Lebo yang diasuh KH Ali Masyhuri atau Gus Ali, Jumat kemarin, (30/4/2021).

[irp]

Baca juga: DPRD Bojonegoro Tunda Pertemuan Dengan Kades Terkait Permasalahan di Desa Sumuraggung

Dalam kunjungan safari Gemarikan tersebut Menteri KKP juga menyerahkan bantuan ikan beku kepada Ponpes Bumi Shalawat Lebo. Hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPR RI Syaikhul Islam serta Nusron Wahid dan Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali S.IP.

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, safari Gemarikan dilakukan untuk menggiatkan gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan). Sasarannya adalah generasi penerus bangsa yang terdapat di ponpes.

Melalui Gemarikan diharapkan generasi penerus bangsa akan memiliki kecerdasan yang tinggi. Pasalnya ikan memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Terutama bagi perkembangan otak manusia. Kami ingin menggiatkan Gemarikan agar generasi penerus bangsa memiliki kecerdasan yang tinggi,"ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor meminta sejumlah hal kepada Kementerian KKP untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Di antaranya pengelolaan pulau Lusi. Gus Muhdlor memohon agar Kabupaten Sidoarjo dapat ikut ambil bagian dalam pengembangan pulau Lusi.  "Syukur-syukur kalau kemudian di hibahkan sehingga pengelolaannya dilakukan Kabupaten Sidoarjo,"ucapnya.

Baca juga: Ketum Gerindra Prabowo Subianto Kirimkan Sapi Kurban ke Ponpes Progresif Bumi Shalawat

Permohonan lainnya adalah mendongkrak kembali budidaya udang windu. Gus Muhdlor berharap kementerian KKP dapat memberikan arahan agar udang windu yang menjadi budidaya perikanan khas Sidoarjo dapat kembali dilakukan. Pasalnya saat ini budidaya udang windu mulai berkurang. Salah satu faktornya adalah polusi air. Yang masih survive adalah bandeng sama udang vaname. "Kami mohon arahannya, bantuannya dari pusat,"pintanya.

Permohonan selanjutnya adalah bantuan pemberdayaan perikanan air tawar. Dikatakannya budidaya perikanan air tawar menjadi salah satu potensi Kabupaten Sidoarjo. Hal itu akan menjadi perhatiannya. Dirinya berharap pemerintah pusat dapat mendukungnya. 

"Berkaca dari Kota Surabaya, Surabaya ini sudah swasembada lele, tanpa dari luar kota, dia sudah dapat mencukupinya sendiri, kita harapkan ada perhatian dari pemerintah pusat terhadap hal ini," harapnya. 

Baca juga: Gus Muhdlor Tambah 10 Pompa Air Portable Untuk Atasi Banjir Sidoarjo

Permohonan yang terakhir adalah adanya bantuan alat produksi pakan ikan. Menurutnya ketersediaan pakan menjadi salah satu tumpuan pembudidaya ikan untuk dapat bertahan.  "Kita harapkan diberikan alat mesin untuk membuat pakan, mesinnya saja, masalah formulanya biar teman-teman saja. Kalau ini sudah ada, minimal satu rantai yang mengganjal kesejahteraan para petani ikan sudah selesai,"ujarnya. (ris)

Editor : Catur Rini

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru