KLIKJATIM.Com | Madiun - Salah satu warga Kelurahan/Kecamatan Taman, Kota Madiun merupakan salah satu kru kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Bali. Adalah Serda Diyut Sebandriyo. Sebelum berangkat, Diyut tidak biasanya minta didoakan Helen, istrinya.
Baca juga: DPRD Bojonegoro Tunda Pertemuan Dengan Kades Terkait Permasalahan di Desa Sumuraggung
[irp]
"Saat pulang terakhir itu, suami saya tidak seperti biasa. Biasanya kan main ke rumah temannya, " ujar istri Serda Diyut, Helen, Jumat (23/4/2021).
Namun, pada saat periode pulang kemarin suaminya justru berada di rumah saja. “Seperti kayak tidak enak hati,” kata dia kepada wartawan di rumahnya.
Dia mengatakan saat mengantar berangkat suaminya ke Surabaya ada yang berbeda. Sang suami berkali-kali minta didoakan sebelum berangkat. “Kemarin sebelum berangkat cuma bilang, ‘nda, pandongane layare lancar’. Cuma ucapan itu disampaikan berkali-kali. Tidak biasanya seperti itu,” cerita Helen.
Pun kontak terakhir dengan suaminya pada Selasa (20/4/2021) sekitar pukul 22.00 WIB melalui pesan di aplikasi WhatsApp. Dia masih bercakap seperti biasa.
Baca juga: 7 Karyawan Terkonfirmasi Covid, BNI Madiun Lockdown
"Saya sempat mengirim pesan lagi ke suami itu dengan tujuan membangunkan sahur. Tetapi, pesan di aplikasi WA itu hanya centang satu alias belum terkirim, " tambah Perempuan yang menjadi Kepala MI Darul Ulum Kota Madiun itu.
Kemudian dapat kabar KRI Nanggala dilaporkan hilang kontak. "Saya sempat shock, " tegasnya
Bagi Helen, Serda Diyut merupakan sosok suami dan ayah penyayang. Serda Diyut memiliki dua anak yaitu anak perempuan berusia sebelas tahun dan anak laki-laki berusia lima tahun. Serda Diyut juga dikenal sebagai anak yang patuh kepada orang tuanya.
Baca juga: PBNU Tegaskan Tak Boleh Lengah Jaga Prokes
Dia berharap KRI Nanggala-402 bisa segera ditemukan. Sehingga suaminya beserta semua kru kapal selam tersebut bisa ditemukan dengan keadaan selamat dan pulang seperti sedia kala. (bro)
Editor : Fauzy Ahmad