KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak media ikut berperan aktif mereduksi hoax dan ujaran kebencian untuk menjaga suasana agar harmonis dan kondusif.
[irp]
Selain itu, di saat yang sama juga berkolaborasi menguatkan skema pentahelix. Dimana, di dalamnya mencakup pemerintah, masyarakat atau komunitas, private sector, kampus atau akademisi, serta media.
"Pada HUT ke-75 PWI Jatim ini, saya mohon teman-teman Pers Jawa Timur agar kita bersama-sama bertekad untuk mengurangi bahkan menghilangkan hoax dan ujaran kebencian serta format-format yang menjurus pada radikalisme yang dapat mengganggu stabilitas dan persatuan nasional," ujar Khofifah, Jumat (9/4/2021).
Khofifah menjelaskan, peran media sangat strategis dan penting untuk menyampaikan pesan secara masif kepada masyarakat luas. Karenanya, lewat media harapannya akan bisa mereduksi hoaks, ujaran kebecian dan referensi radikalisme.
Tidak hanya itu, sekaligus bisa menjadi medium penetrasi hoax, ujaran kebencian maupun referensi radikalisme. "Ini akan menjadi bagian penting bagaimana sesungguhnya NKRI ini dibangun dengan narasi-narasi tentang kedamaian, narasi kasih sayang, narasi persaudaraan, narasi persatuan," tuturnya.
Baca juga: Banjir Hadiah! Beli Motor Honda di Banyuwangi Bisa Bawa Pulang Honda PCX160 Gratis
Khofifah juga mengajak media di Jatim untuk terus menebar narasi positif melalui pemberitaan yang aktual dan faktual. Ini penting, sebab media memiliki peran untuk dapat mempengaruhi pembacanya. Apalagi, kekuatan media saat ini sifatnya borderless, sehingga meski media di Jatim tapi yang akan merespon, membaca dan mengakses narasi adalah masyarakat global.
"Segala yang biasa dibaca akan terekam jelas di otak. Karenanya, penting membangun narasi positif, dari narasi positif akan dapat menghindarkan dari hoax, radikalisme, ujaran kebencian dan hal yang bisa menyulut perpecahan. Jadi, makin banyak kita membaca narasi tentang kehidupan yang penuh damai, aman, kasih sayang, pasti yang terlahir juga suasana aman, damai dan kasih sayang," urainya.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah memperoleh penghargaan Anugerah PWI Jatim Award Kategori Special Award yang diserahkan langsung oleh Ketua PWI Jatim Ainur Rohim. Penghargaan ini secara khusus diberikan atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam menurunkan angka kasus dan upaya memasifkan vaksinasi Covid-19 di Jatim.
Kategori Spesial Award ini juga diberikan kepada beberapa petinggi Jatim di antaranya, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim M. Dhofir, Kepala Pengadilan Tinggi Jatim Dr. H Herri Swantoro, SH, MH, dan Ketua DPRD Prov. Jatim Kusnadi. (bro)
Editor : Redaksi