Soal Penelitian Penanaman Rehabilitasi Lahan Industri, Petrokimia Gresik Gandeng UGM

klikjatim.com
Direktur Utama PG, Rahmad Pribadi (tiga dari kiri) didampingi Direksi PG bersama Dekan FKT UGM, Dr. Budiadi (tengah) usai penandatangan MoU. (for klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Petrokimia Gresik (PG) sebagai perusahaan solusi agroindustri, resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), tentang ‘Penelitian Penanaman Rehabilitasi Lahan Industri’. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dekan FKT UGM, Dr. Budiadi dan Direktur Utama (Dirut) Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (14/11/2019).

Rahmad menjelaskan, kerja sama dilakukan terkait penanaman vegetasi secara intensif di lahan industri Petrokimia Gresik. Karena tanaman atau vegetasi di lahan industri dapat berfungsi sebagai ‘paru-paru’ yang proses fotosintesisnya, akan menyerap karbon dioksida (CO2) dan merubahnya menjadi oksigen (O2).

Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame

Sehingga hal tersebut mampu mengurangi polusi udara, membuat udara lebih bersih, menurunkan suhu sekitar, meredam kebisingan pabrik, bahkan meningkatkan aspek estetika. Yaitu, membuat tata ruang atau lanskap industri menjadi lebih indah dan teratur.

[irp]

"Peningkatan kualitas lingkungan di perusahaan industri manufaktur seperti Petrokimia Gresik menjadi sangat penting. Apalagi keberadaan perusahaan memiliki luas lahan lebih dari 500 hektar dan berdampingan langsung dengan pemukiman warga," ujar Dirut Perusahaan yang merupakan anggota holding Pupuk Indonesia ini.

Tidak hanya untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan. Namun kerja sama ini juga mendukung upaya perusahaan, dalam pencapaian predikat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca juga: Jelang Musim Tanam April, Stok Pupuk Subsidi di Jember Dipastikan Aman

Rahmad berharap, rencana dan segala upaya maksimal Petrokimia Gresik bisa menjadi modal untuk mencapai ‘Proper Emas di tahun 2022’. Karena untuk meraihnya, perusahaan harus mendapat predikat proper hijau tiga kali berturut-turut terlebih dahulu.

“Pencapaian proper adalah salah satu bukti keberhasilan perusahaan dalam mengelola lingkungan sekitar. Karenanya, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan kualitas lingkungan di sekitar perusahaan sebagai upaya tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” imbuhnya.

[irp]

Baca juga: JPE Tantang Gresik Phonska Plus di Grand Final Proliga 2026 Usai Tekuk Popsivo

Adapun alasan memilih Fakultas Kehutanan UGM sebagai mitra dalam kerja sama, karena memiliki portofolio yang mumpuni. Terutama dalam membantu sejumlah industri meningkatkan kualitas lingkungannya.

Untuk itu, diharapkan melalui kerja sama ini bisa menjadi contoh model riset bersama antara industri dengan perguruan tinggi. Khususnya dalam meningkatkan penyerapan teknologi yang dihasilkan akademisi di Indonesia serta memperkaya riset perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan industri.

"Kerja sama ini memiliki manfaat ganda. Selain untuk menjaga kualitas lingkungan di Petrokimia Gresik guna mendukung capaian proper hijau, kerja sama ini juga menjadi wadah penyerapan teknologi dari riset perguruan tinggi. Sehingga memotivasi para akademisi untuk memperkaya riset sebagai solusi  kebutuhan industri," pungkas Rahmad. (nul/roh)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru