Dirut Petrokimia Gresik Panen Melati di Lahan Demplot NPK Phonska Non Subsidi di Tegal Jateng

klikjatim.com
Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo saat memanen bunga melati pada lahan demonstration plot (demplot) aplikasi pupuk non-subsidi NPK Phonska Plus seluas 150 hektar di Desa Maribaya, Kec. Kramat, Kab. Tegal

KLIKJATIM.Com | Gresik - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar panen tanaman bunga melati pada lahan demonstration plot (demplot) aplikasi pupuk nonsubsidi NPK Phonska Plus. Panen dilakukan seluas 150 hektare.

[irp]

Baca juga: Petrokimia Gresik Dukung Regenerasi Dalang Muda Lewat Pagelaran Wayang Kulit

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa demplot ini merupakan upaya PG untuk menggeliatkan kembali ekspor bunga melati dari Kabupaten Tegal yang sempat terganggu akibat wabah Covid-19 pada tahun 2020. Demplot ini juga menjadi bentuk dukungan Petrokimia Gresik kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang mendorong peningkatan ekspor bunga dengan nama latin Jasminum sambac ini.

“Ekspor ini akan menambah devisa negara serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Dwi Satriyo, Selasa (23/3).

Baca juga: Panen Cabai Rawit Petani Jatim Naik 15 Persen, Berawal dari Pendampingan Pemupukan dan Budidaya Tepat Oleh Petrokimia

Berdasarkan data yang pernah dirilis Badan Karantina Pertanian, ekspor melati dari Provinsi Jawa Tengah selama satu semester sebelum pandemi bisa mencapai Rp 200,55 miliar. Komoditas ini diekspor ke beberapa negara, seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Arab Saudi untuk kebutuhan sembahyang atau campuran dalam minuman karena memiliki aroma yang baik untuk penyegar.

Sedangkan Kabupaten Tegal mampu menghasilkan 3.201 ton melati per bulan. Dari jumlah tersebut, 110 ton diekspor.  Untuk itu, Dwi Satriyo mengungkapkan bahwa Petrokimia Gresik melihat budidaya melati sebagai ceruk pasar yang sangat potensial untuk digarap. Karena Petrokimia Gresik memiliki produk inovatif yang dapat meningkatkan produktivitas budidaya melati, yaitu NPK Phonska Plus.

Baca juga: Program Pengelolaan Sampah Petrokimia Gresik Diganjar Gold TJSL Award 2026

“Ini juga menjadi komitmen Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri serta upaya menjadi market leader dan dominant player,” ujar Dwi Satriyo.

Phonska Plus mengadung unsur hara makro Nitrogen (N), Fosfor (P2O5), dan Kalium (K2O) masing-masing 15 persen, serta unsur hara Sulfur (S) 9 persen dan Zink 2.000 part per million (ppm). Pupuk ini mampu mendorong produktivitas tanaman bunga melati hingga 30 kilogram per hektare. (ris)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru