Cargill Beri Pelatihan Manajemen Bank Sampah kepada Warga Manyar Gresik

klikjatim.com
Adi Suprayitno, Admin and Relations Manager PT. Cargill Indonesia di Gresik saat memberikan penjelasan di hadapan peserta pelatihan manajemen bank sampah di Kecamatan Manyar, Gresik

KLIKJATIM.Com | Gresik - Untuk meningkatkan tata kelola lingkungan masyarakat di masa pandemi, PT Cargill Indonesia memberikan pelatihan manajemen pengelolaan bank sampah kepada warga di Kecamatan Manyar,Kabupaten Gresik. Pelatihan ini digelar di gedung serba guna Onggo Joyo, Desa Manyar Rejo, Sabtu (20/3/2021).

[irp]

Baca juga: Wabup Gresik Lepas 200 Mahasiswa KKN Universitas Gresik, Diminta Beri Solusi Nyata untuk Desa

Adi Suprayitno, Admin and Relations Manager PT. Cargill Indonesia di Gresik menjelaskan, tujuan pelatihan ini untuk terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan tata kelola lingkungan agar lebih bersih, asri dan juga bernilai ekonomi. Melalui program CSR Pengembangan Bank Sampah dan Desa Hijau Lestari di Desa Manyarejo Kecamatan Manyar, PT. Cargill Indonesia membentuk dan melatih manajemen bank sampah unit di masing-masing RT.

Pelatihan ini menyediakan transportasi pengangkut sampah serta penambahan penghijauan melalui skema Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Sebanyak 25 kader lingkungan mengikuti pelatihan yang didukung Bank Sampah Induk Bersemi dan team Wehasta. Kader lingkungan tersebut dipersiapkan untuk mengajak seluruh warga membentuk bank sampah unit di setiap RT.

"Targetnya menaikkan reduksi sampah non organik dari timbunan awal, reduksi sampah organik melalui rumah kompos dan penambahan penghijauan yang semuanya dalam rangka menciptakan masyarakat desa mandiri khususnya di bidang tata Kelola lingkungan," kata Adi Suprayitno.

[caption id="attachment_56703" align="alignnone" width="300"] Peserta pelatihan manajemen bank sampah berfoto di gedung serba guna Onggo Joyo, Desa Manyar Rejo Kecamatan Manyar[/caption]

Baca juga: Pemkab Gresik Percepat Pemenuhan Kuota Sekolah Rakyat, LKSA Dilibatkan Jaring Siswa SD

Dijelaskan, pengembangan Bank Sampah dan Kawasan Rumah Pangan Lestari dinilai tepat untuk masyarakat. Sebab, kedua hal tersebut berbentuk rcopreneurship, yaitu upaya tata kelola lingkungan yang juga memberikan pendapatan ekonomi kepada masyarakat. "Masyarakat bisa menjual sampahnya ke Bank Sampah dan bisa merasakan manfaat penghijaun melalui skema KRPL seperti tanaman buah dalam pot (tabulampot) dan tanaman sayur di area pemukiman," jelas Admin and Relations Manager PT. Cargill Indonesia di Gresik.

Adi berharap, pelatihan ini menjadi community center program, yaitu pemberdayaan masyarakat lanjutan menuju kemandirian wilayah desa di berbagai bidang diantaranya lingkungan, ekonomi, nutrisi, sanitasi dan komunikasi.

Di tempat yang sama, Umaya, Kasi Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik menyatakan, pihaknha sangat mengapresiasi PT. Cargill Indonesia sebagai peruhasaan yang beroperasi di Kecamatan Manyar mampu mensinergikan antara, masyarakat, pemerintah dan swasta. Sehinga bersama-sama menanggulangi sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih, asri dan lestari.

Baca juga: Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Ubah Wajah Permukiman Pesisir Campurejo, 145 Rumah Kini Lebih Layak Huni

"Semoga hal ini bisa ditularkan ke pihak-pihak swasta lainnya di wilayah Manyar dan Gresik," kata Umaya.

Sejalan dengan fokus tanggung jawab social PT. Cargill Indonesia dalam pilar protecting our planet, pengembangan bank sampah dan desa hijau lestari tersebut juga akan mengkampanyekan penghematan, pendayagunaan dan pelestarian lingkungan. Juga penanganan pemanasan global dalam rangka turut serta mensukseskan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 13 yaitu aksi memerangi perubahan iklim dan dampaknya.

Program tersebut tentunya juga akan dikembangkan di Desa Manyar Sidomukti, Manyar Sidorukun dan desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Manyar dan sekitarnya. (ris)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru