KLIKJATIM.Com | Lamongan - Perburuan hewan biawak atau nyambek yang dilakukan dua pemburu asal Lamongan ini berakhir tragis. Alih-alih mendapatkan nyambek dua pemburu oMuhammad Zainul Arifin (21) warga Desa Tugu dan Supiono (42), asal Desa Sumber Agung, keduanya di Kecamatan Mantup, Lamongan, tewas.
[irp]
Baca juga: Sesi Offline Megpreneur 2026 Lamongan Berakhir, Inkubasikan Inovasi Bisnis hingga Agripreneur
Keduanya tewas usai menembak nyambek yang ternyata masih bertahan hidup dan lari. Korban meninggal karena tenggelam karena berusaha menangkap binatang buruannya yang kabur le tengah waduk, Minggu (14/3/201).
Menurut Kasubbag Humas Polres Lamongan, Iptu Estu Kwindardi, kedua korban tenggelam karena diduga karena tidak bisa berenang saat memburu biawak. "Jadi salah satu korban berenang tetapi tak bisa berenang, kemudian korban lainnya mencoba menolong. Tetapi juga ikut tenggelam," kata Estu.
Saksi mata di lapangan mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00. Kejadian itu sangat cepat., diawali kedua korban berbekal senapan angin menyisir waduk. Merela sengaja melakukan itu karena kerap melihat banyak biawak atau nyambek yang berkeliaran di sekitar.
Baca juga: Komitmen Perkuat Infrastruktur Ketahanan Pangan, Bupati Yes Sabet Pemimpin Daerah Awards 2026
Sejurus kemudian Zainul melihat seekor nyambek melintas di depan matanya. Lantas Zainul membidik dan menembak nyambek tersebut. Di luar dugaan, ternyata biawak itu masih bergerak cepat lalu kabur ke dalam waduk. Sehingga Zainul pun mengejarnya sampai masuk ke waduk. "Untuk mengejar biawak itu, korban juga berusaha berenang dengan cara masuk waduk, " kata Rokhim damsi mata warga setempat.
Ternyata korban kesulitan berenang dan tenggelam. Supiono yang masih di tepian, langsung menceburkan diri ke dalam waduk untuk menolong temannya. Nahas, bukannya berhasil menolong, Supiono turut tenggelam.
"Akhirnya kedua korban tenggela.. kejadian ini kemudian dilaporkan ke polisi dan bersama warga beramai-ramai mencari. Beberapa jam kemudian, kedua korban ditemukan di kedalaman waduk ternyat sudah meninggal dunia," ujar Kasubbag Huma Polres Lamongan, Iptu Esti Kwindardi. (ris)
Baca juga: Wisuda SELANTANG 2026, 208 Lansia di Lamongan Siap Jadi Pribadi Sehat dan Berdaya
Editor : Abdul Aziz Qomar