KLIKJATIM.Com | Malang - Gara-gara urusan gesek kartu tani melalui mesin mesin gesek electronic data capture (EDC) yang disediakan pihak BNI 46 kerap bermasalah, empat kios pupuk lengkap (KPL) mundur sebagai penyedia pupuk bersubsidi. Sejak Januari 2021 keempat toko tersebut tak lagi menjadi KPL karena enggan direpotkan dengan urusan gesek Kartu Tani di mesin EDC Bank BNI.
[irp]
Baca juga: KPR Lolos Awal Tapi Dibatalkan Akhir, BNI Pamekasan Tuai Polemik
Keempat toko itu adalah Toko Morodadi, UD Gangsar, Toko Pertanian Purba, dan UD Agro Junrejo. Kartu Tani menurut Pemilik UD Gansar, Handoko Soekanoto semakin membuat ribet ketika transaksi pupuk bersubsidi. Lantaran mesin gesek electronic data capture (EDC) yang disediakan pihak BNI 46 kerap bermasalah.
Mesin itu digunakan untuk penggesekan Kartu Tani saat melakukan bertransaksi. Ketika mesin itu bermasalah pihaknya harus melakukan pencatatan secara manual.
Baca juga: Warga Sumenep Kesulitan Akses Kredit Perumahan di Perbankan
“Karena sering error, kami lakukan pencatatan manual, ini diperbolehkan oleh distributor. “Begitu nyatet laporannya diajukan ke distributor, kok malah ditolak. Katanya nggak diperbolehkan oleh dinas. Karena harus gesek lewat mesin. Sedangkan mesin EDC-nya nggak berfungsi saat itu,” keluh Handoko seperti dikutip Malangvoice.
Kabid Pertanian DPKP Kota Batu, Harijadi Agung mengatakan, kesalahan tidak sepenuhnya di distributor. Ia melanjutkan, sumber daya manusia (SDM) yang bersangkutan belum memahami cara kerja menggunakan karti tani dan masih menerapkan gaya konvensional.
Baca juga: Bank BNI Buka Posisi Officer Development Program (ODP) Data Analytics.
”Jadi kesalahan tidak sepenuhnya di distributor, ketersediaan pupuk di distributor di Malang sebenarnya masih banyak, tetapi tidak tersalurkan,” katanya.
Empat KPL yang telah mengundurkan diri untuk menyediakan pupuk bersubsidi segera diganti oleh DPKP Kota Batu dengan menggaet mitra baru. Mitra baru yang digandeng yakni Sumber Bening, Haggas Tani, Lestari Makmur Dadaprejo, dan satu toko di Desa Sumberejo. (ris)
Editor : Redaksi