Baca juga: Diduga Terlibat Tambang Ilegal, Kades Jenangan Ditahan Kejari Ponorogo
"Kami sadar bahwa Ponorogo itu butuh percepatan yang di atas rata-rata. Sehingga kami tidak hanya bekerja saja, tidak hanya berlari saja, tapi lari kencang sambil loncat-loncat untuk mengejar ekspektasi rakyat," ujar Sugiri saat ditemui di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Ia juga menjelaskan, bahwa pihaknya menjabat sebagai pelayan rakyat ini hanya 3 tahun saja dalam satu periode. Karena itu, dirinya meminta kehadiran masyarakat untuk bisa bergotong-royong membangun Ponorogo.
"Kami sadar hari ini barangkali kami hanya menjabat tiga tahun koma sedikit, tapi kami ingin kemudian gotong-royong dengan rakyat agar mampu mewujudkan visi-misi kami di berbagai sektor seperti pertanian dan pariwisata," jelasnya.
Tidak hanya itu, Sugiri juga berkomitmen bahwa ke depan, dengan sejumlah program yang dicanangkan akan menjadikan serta membawa Kabupaten Ponorogo sebagai Kota Santri Budaya.
"Ponorogo ini roda kanan santri, roda kirinya budaya. Sehingga kami ingin memajukan Kota Santri Budaya. Kami juga ingin ada monumen Reog. Di dalamnya ada museum yang menceritakan tentang peradaban Ponorogo mulai dari lahir," bebernya.
Namun saat ditanya soal kapan dimulainya pembangunan monumen reog tersebut, Sugiri masih belum bisa menjelaskan secara detail. Hanya saja, dia mengaku sudah melaporkan rencana itu kepada gubernur.
Baca juga: Tiga Jembatan di Kecamatan Sawoo Ponorogo Rusak Parah, Warga Terancam Terisolasi
"Karena (pembangunan monumen reog) itu tidak sedikit ongkos, biayanya, kami ingin kerjakan pelan-pelan sambil gotong-royong kepada semua pihak, kami sudah lapor ke gubenur dan insyaallah akan terwujud," pungkasnya.(ris)
Baca juga: Longsor Kembali Terjadi di Ponorogo, Enam KK di Desa Banaran Sempat Terisolir
Editor : Redaksi