Soal Angin Puting Beliung di Kenjeran, Ini Penjelasan BMKG Juanda

klikjatim.com
Puting Beliung di Laut Kenjeran Surabaya menghebohkan warga. IST

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Peristiwa angin puting beliung yang menari-nari di atas perairan Kenjeran, Surabaya pada Rabu (17/2/2021) sore kemarin disebabkan oleh adanya awan cumulonimbus.

[irp]

Baca juga: Gila, Suami di Surabaya Tega Jual Istri Seharga Rp 500 Ribu

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto menjelaskan, peristiwa pusaran air yang tertarik ke awan itu disebabkan oleh adanya awan cumulonimbus.

Teguh mengatakan, kejadian itu biasa disebut dengan istilah waterspout. "Bisa kami jelaskan fenomena tersebut disebut waterspout. Kejadian tersebut disebabkan oleh adanya awan Cumulonimbus. Waterspout berupa kolom pusaran air yg tertarik masuk ke dasar awan," ungkapnya, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: TTL Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 141 Anak Yatim

Ia menambahkan, peristiwa tersebut biasanya hanya akan bersifat lokal dan waktunya juga relatif singkat. Namun, Teguh menegaskan bahwa awan cumulonimbus tidak seluruhnya dapat menimbulkan waterspout.

"Akan tetapi perlu dipahami bahwa tidak semua awan Cumulonimbus menimbulkan waterspout. Kejadiannya bersifat lokal dan waktunya relatif singkat," katanya.

Baca juga: Hadiri Sharing Session di RSUD Dr. Soetomo, Pj. Gubernur Adhy Pesankan Pelayanan Berkualitas dan Sinergitas

Sementara itu, Kapolsek Kenjeran Kompol Esti Setija Oetami menyebutkan bahwa tidak ditemukan korban jiwa maupun kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.

"Korban materiil maupun jiwa nihil. Lokasi agak ke tengah laut," tandas Kompol Esti. 

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru